IHSG Sempat Ambruk ke 6.371, Pelantikan Suahasil Bikin Bursa Berbalik

IHSG Sempat Ambruk ke 6.371, Pelantikan Suahasil Bikin Bursa Berbalik
Lantai perdagangan saham di BEI
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas sebagian besar pelemahan pada akhir perdagangan Senin (14/9/2026), setelah sempat tertekan hingga menyentuh level 6.371,39.

IHSG akhirnya ditutup turun tipis 0,10% ke level 6.534,69. Sentimen positif dari pelantikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan RI turut membantu mempersempit tekanan terhadap indeks pada perdagangan hari ini.

Sebelumnya, IHSG sempat mengalami tekanan signifikan akibat kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dalam rapat September 2026. Selain itu, lonjakan harga minyak seiring memanasnya konflik di Timur Tengah turut menjadi sentimen negatif bagi pasar.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Indeks dibuka di level 6.541 dan sempat merosot hingga 6.371,39, sebelum berbalik mengurangi pelemahan dan mencapai level tertinggi harian di sekitar 6.550.

Dari sisi sektoral, mayoritas indeks sektor masih berakhir di zona merah. Sektor kesehatan menjadi pemberat terdalam dengan penurunan 2,95%.

Sektor energi menyusul turun 1,65%, infrastruktur melemah 1,45%, barang baku terkoreksi 1,41%, barang konsumer non-primer turun 1,19%, dan transportasi melemah 0,85%.

Sektor teknologi juga terkoreksi 0,77%, properti dan real estate turun 0,56%, sedangkan barang konsumer primer melemah tipis 0,04%.

Namun, dua sektor mampu bertahan di zona hijau. Sektor keuangan menguat 0,55%, sementara sektor perindustrian naik 0,45%.

Aktivitas perdagangan saham di BEI tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 34,45 miliar saham dan nilai transaksi Rp17,64 triliun. Sebanyak 429 saham turun, 219 saham menguat, dan 141 saham stagnan.

Di pasar reguler, sejumlah saham mengalami tekanan besar. EMAS menjadi salah satu top loser dengan penurunan 12% ke level Rp7.700.

ASLI juga melemah 11,53% ke Rp368, sedangkan SRAJ terkoreksi 10,25% menjadi Rp14.000. BYAN turun 10,12% ke Rp11.100, sementara CSMI melemah 10% ke Rp198.

Sementara itu, beberapa saham justru mampu mencatatkan lonjakan signifikan. SEMA memimpin top gainer dengan kenaikan 34,93% ke level Rp197.

LAPD menguat 34,78% menjadi Rp93, MPIX naik 25,98% ke Rp160, sedangkan ALKA melonjak 25% ke Rp6.225. FORU juga menguat 25% menjadi Rp4.650 per saham.

Dari sisi perubahan harga, DCII turun Rp1.775 menjadi Rp199.325 per saham. SRAJ melemah Rp1.600 ke Rp14.000, sedangkan BYAN turun Rp1.250 menjadi Rp11.100.

Sebaliknya, ALKA naik Rp1.245 ke Rp6.225, FORU bertambah Rp930 menjadi Rp4.650, sementara SINI menguat Rp650 ke Rp13.750 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, BUMI menjadi saham yang paling aktif dengan 72.123 kali transaksi senilai Rp1,16 triliun.

BBRI menyusul dengan 47.285 kali transaksi senilai Rp922 miliar, sedangkan DEWA tercatat sebanyak 42.610 kali transaksi dengan nilai Rp362 miliar.

Di jajaran LQ45, MDKA menjadi salah satu saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 5,57% ke Rp2.880. EXCL terkoreksi 3,04% menjadi Rp2.550, sementara INCO melemah 2,90% ke Rp4.690.

Di sisi lain, AMMN menjadi top gainer LQ45 dengan penguatan 4,94% ke Rp5.100. BBRI naik 3,98% menjadi Rp3.400, sedangkan TLKM menguat 3,46% ke Rp2.690.