EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IHSG Ditutup Menguat 0,75% ke 6.449, 10 Sektor Menghijau

Oleh Komarudin 18 Aug 2026 18:04 2 menit baca

Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Selasa (18/8/2026). IHSG ditutup naik 47,942 poin atau 0,75% ke level 6.449,83.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak variatif dengan berada di rentang 6.401 hingga 6.490. Indeks dibuka pada level 6.401 dan mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral. Dari 11 indeks sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 10 sektor ditutup menguat, sementara hanya satu sektor yang berakhir di zona merah.

Sektor energi (IDXENERGY) menjadi salah satu penopang utama IHSG dengan kenaikan 2,24%. Selanjutnya sektor infrastruktur (IDXINFRA) naik 1,65%, transportasi (IDXTRANS) menguat 1,42%, properti (IDXPROPERT) naik 1,21%, dan barang konsumen non-primer (IDXNONCYC) menguat 1,03%.

Kemudian sektor barang baku (IDXBASIC) naik 0,81%, perindustrian (IDXINDUST) 0,25%, barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) 0,24%, teknologi (IDXTECHNO) 0,40%, serta kesehatan (IDXHEALTH) 0,13%.

Satu-satunya sektor yang melemah adalah sektor keuangan (IDXFINANCE) yang terkoreksi 0,29%.

Aktivitas perdagangan saham juga berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi di BEI mencapai 33,66 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,83 triliun.

Sebanyak 399 saham menguat, 236 saham melemah, dan 159 saham lainnya ditutup stagnan.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan. BYAN naik Rp2.875 menjadi Rp17.275 per saham, PGUN menguat Rp1.525 menjadi Rp9.175 per saham, sedangkan JARR naik Rp500 menjadi Rp2.510 per saham.

Di jajaran top gainers, KIJA melonjak 34,95% ke level Rp166, disusul PADA yang naik 33,33% ke Rp240. JARR menguat 24,87% ke Rp2.510, INET naik 24,78% ke Rp292, sementara ASLI melesat 24,76% ke Rp262.

Sebaliknya, tekanan terjadi pada sejumlah saham. MPRO turun Rp925 menjadi Rp13.225 per saham, TCPI melemah Rp540 menjadi Rp3.060, sementara DCII terkoreksi Rp525 ke Rp205.475 per saham.

Adapun top losers adalah TCPI yang anjlok 15% ke Rp3.060, BAIK turun 14,87% ke Rp332, STAR terkoreksi 9,91% ke Rp418, FUTR melemah 9,52% ke Rp304, dan BTEK turun 9,09% ke Rp10.

Dari sisi frekuensi perdagangan, INET menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan dengan 76.610 kali dan nilai transaksi mencapai Rp434 miliar.

Berikutnya, TPIA diperdagangkan sebanyak 62.153 kali dengan nilai transaksi Rp583 miliar, sedangkan CUAN mencatat 51.302 kali transaksi dengan nilai Rp497 miliar.

Di jajaran LQ45, Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi top gainer dengan kenaikan 9,56%. Selanjutnya Indika Energy Tbk (INDY) menguat 5,08% dan XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 3,93%.

Sementara itu, top losers LQ45 ditempati Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang turun 1,95%, Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 1,90%, dan Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 1,34%.