back to top

IHSG Sesi I Ambruk 5,31%, Seluruh Sektor Kompak Merah

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan sesi I, Senin (2/2/2026). IHSG anjlok 442,44 poin atau 5,31% ke level 7.887,16.

Sejak pembukaan, tekanan jual langsung mendominasi pasar. IHSG dibuka di level 8.329, sempat bergerak di kisaran 8.341 sebagai level tertinggi harian, sebelum terperosok hingga 7.858 sebagai titik terendah sesi I.

Pelemahan IHSG terjadi secara menyeluruh. Seluruh indeks sektoral kompak ditutup di zona merah, mengikuti tekanan jual yang meluas di pasar saham.

Sektor dengan koreksi terdalam tercatat pada sektor barang baku yang turun 11,19%. Disusul sektor barang konsumen siklikal yang melemah 7,92%, serta sektor energi yang turun 7,87%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi hingga sesi I mencapai 35,35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp18,94 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 65 saham menguat, sementara 715 saham melemah dan 33 saham stagnan.

Di jajaran saham LQ45, beberapa emiten masih mampu mencatatkan penguatan. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) naik 6,12%, diikuti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang menguat 5,66%, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (ADRO) yang naik 4,61%.

Sebaliknya, tekanan jual paling dalam di indeks LQ45 dialami oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 14,95%, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 14,81%, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang terkoreksi 14,73%.

Artikel Terkait

Grab Ungkap Perkuat Komitmen Superbank (SUPA) Pasca Jadi Pemegang Saham Mayoritas

Emitentrust.com - Grab resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang...

Bakrie Kalila Serap Private Placement ENRG Harga Rp1.550 per Lembar

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan sebanyak 218,31

16 Emiten Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Ada Yield Tembus 12,5%

Sebanyak 16 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum dividen sepanjang 8 hingga 12 Juni 2026. Momentum ini menjadi kesempatan bagi investor untuk mengamankan pendapatan pasif

Populer 7 Hari

Berita Terbaru