IHSG Sesi I Kembali Ambruk! GOTO Bertahan di Posisi ARB
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan sesi pertama Kamis (1/10/2026). IHSG melemah 50,422 poin atau 0,831% ke level 6.020,696.
Sepanjang perdagangan sesi pertama, IHSG bergerak variatif dengan sempat menyentuh level tertinggi 6.187 dan level terendah 6.108. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.121.
Tekanan terhadap IHSG terjadi meski tujuh indeks sektoral masih mampu bertahan di zona hijau. IDX Sektor Perindustrian (IDXINDUST) menjadi sektor dengan penguatan terbesar, yakni naik 1,63%.
Selanjutnya, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXNONCYC) menguat 1,06%, IDX Sektor Barang Baku (IDXBASIC) naik 0,91%, IDX Sektor Infrastruktur (IDXINFRA) menguat 0,74%, IDX Sektor Kesehatan (IDXHEALTH) naik 0,50%, IDX Sektor Energi (IDXENERGY) bertambah 0,19%, dan IDX Sektor Transportasi dan Logistik (IDXTRANS) naik 0,17%.
Sementara itu, empat sektor lainnya masih berada di zona merah. IDX Sektor Teknologi (IDXTECHNO) menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni anjlok 2,02%. Kemudian IDX Sektor Barang Konsumen Siklikal (IDXCYCLIC) turun 1,20%, IDX Sektor Properti dan Real Estat (IDXPROPERT) melemah 0,43%, sedangkan IDX Sektor Keuangan (IDXFINANCE) terkoreksi tipis 0,02%.
Tekanan jual terlihat dari komposisi saham yang diperdagangkan. Sebanyak 269 saham tercatat menguat, sedangkan 639 saham melemah dan 277 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi saham hingga jeda siang mencapai Rp4,84 triliun.
Sejumlah saham mampu mencatatkan kenaikan harga. GEMS menguat Rp775 menjadi Rp8.025 per saham. Kemudian LIFE naik Rp725 ke level Rp9.600, sedangkan BLTZ bertambah Rp570 menjadi Rp2.880 per saham.
Di sisi lain, DCII menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar setelah terkoreksi Rp4.800 menjadi Rp193.200 per saham. Saham UNTR turun Rp1.075 ke level Rp26.000, sedangkan ALKA melemah Rp925 menjadi Rp5.375 per saham.
Dari sisi aktivitas transaksi, SMLE menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan 29.026 kali transaksi senilai Rp14,5 miliar. Selanjutnya, TLKM tercatat sebanyak 19.140 kali transaksi dengan nilai Rp299 miliar, sedangkan GOTO diperdagangkan sebanyak 18.918 kali senilai Rp204 miliar berada di level Rp28 atau anjlok bersandar di posisi Auto rejection bawah (ARB).