IHSG Sesi I Melaju 1,26% ke 6.482, Sektor Energi Jadi Penopang
Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan sesi I, Selasa (18/8/2026). IHSG naik 1,26% atau 80,70 poin ke level 6.482,57.
IHSG bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan sesi I. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.490 dan level terendah 6.401, setelah dibuka pada posisi 6.401.
Penguatan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral. Dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), sembilan sektor menguat, sementara dua sektor lainnya terkoreksi.
Sektor energi menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 2,68%. Selanjutnya, sektor infrastruktur menguat 1,73%, barang baku 1,39%, barang konsumen non-primer 1,06%, serta transportasi 1%.
Sektor perindustrian juga naik 0,91%, teknologi 0,51%, kesehatan 0,15%, dan barang konsumen siklikal 0,24%.
Sementara itu, sektor properti menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni turun 0,62%, disusul sektor keuangan yang terkoreksi 0,14%.
Aktivitas perdagangan saham hingga sesi I berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 19,97 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,17 triliun. Sebanyak 397 saham menguat, 218 saham melemah, dan 178 saham lainnya stagnan.
Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan. BYAN melonjak Rp2.875 menjadi Rp17.275 per saham. PGUN naik Rp1.525 menjadi Rp9.175 per saham, sedangkan POLU menguat Rp575 menjadi Rp11.800 per saham.
Di sisi lain, MPRO menjadi salah satu saham dengan penurunan harga terbesar, yakni turun Rp1.050 menjadi Rp13.100 per saham. TCPI melemah Rp540 menjadi Rp3.060, sementara RDTX terkoreksi Rp500 ke Rp13.100 per saham.
Dari sisi frekuensi transaksi, INET menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan hingga sesi I dengan 65.006 kali transaksi senilai Rp366 miliar.
Posisi berikutnya ditempati CUAN dengan frekuensi 36.883 kali dan nilai transaksi Rp372 miliar. Kemudian DOOH tercatat sebanyak 32.707 kali dengan nilai transaksi Rp172 miliar.
WIFI Pimpin Top Gainers LQ45
Di jajaran indeks LQ45, Solusi Sinergi Digital (WIFI) menjadi top gainer dengan kenaikan 10,08% ke level Rp2.130 per saham.
Selanjutnya, Indika Energy (INDY) menguat 6,25% menjadi Rp2.720 per saham dan Surya Citra Media (SCMA) naik 3% ke Rp206 per saham.
Sementara itu, Indofood Sukses Makmur (INDF) menjadi top loser LQ45 dengan pelemahan 1,68% ke Rp7.300 per saham. ESSA Industries Indonesia (ESSA) turun 0,76% ke Rp650 per saham dan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) melemah 0,33% menjadi Rp3.050 per saham.