EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IHSG Sesi I Terjun 1,49%! Semua Sektor Kompak Merah

Oleh Komarudin 11 Sep 2026 11:54 2 menit baca

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada perdagangan sesi pertama Jumat (11/9/2026). Hingga jeda siang, IHSG anjlok 98,42 poin atau 1,49% ke level 6.490,91, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sejak perdagangan sebelumnya.

Tekanan jual terjadi secara menyeluruh di pasar saham domestik dengan seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah. Sektor transportasi menjadi pemberat terbesar setelah turun 2,12%, disusul sektor barang konsumer non-primer yang melemah 1,88%, sektor infrastruktur 1,77%, sektor energi 1,68%, sektor barang baku 1,62%, dan sektor keuangan 1,37%.

Pelemahan juga menjalar ke sektor barang konsumer primer yang turun 1,23%, sektor kesehatan dan perindustrian yang sama-sama melemah 1,18%, sektor properti dan real estate terkoreksi 1,01%, serta sektor teknologi yang turun 0,65%.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama mencatat volume transaksi mencapai 20,18 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp8,47 triliun.

Tekanan pasar tercermin dari dominasi saham yang terkoreksi. Sebanyak 521 saham melemah, hanya 133 saham menguat, sementara 131 saham bergerak stagnan.

Di jajaran saham unggulan LQ45, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi top loser setelah turun 4,41% ke level Rp650 per saham.

Tekanan juga terjadi pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melemah 4,06% ke Rp945 per saham, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang turun 3,35% ke Rp3.170 per saham.

Meski mayoritas saham unggulan tertekan, beberapa emiten LQ45 masih mampu mencatatkan penguatan. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi top gainer dengan kenaikan 0,64% ke Rp1.580 per saham.

Selanjutnya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 0,62% ke Rp4.840 per saham, sedangkan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 0,48% ke Rp26.225 per saham.

Topik terkait
IHSG top gainers top losers indeks sektor penutupan perdagangan sesi I