IHSG Tergelincir di Sesi I, Tapi CUAN Terbang 8%, UNTR Naik 3,65%

IHSG Tergelincir di Sesi I, Tapi CUAN Terbang 8%, UNTR Naik 3,65%
Lantai perdagangan saham di BEI
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan sesi I, Kamis (10/9/2026). Hingga penutupan sesi pertama, IHSG melemah 9,678 poin atau 0,14% ke level 6.668,523.

Pelemahan tersebut terjadi di tengah tekanan pasar saham regional serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek inflasi menyusul kenaikan harga minyak.

Dari sisi sektoral, tekanan terhadap IHSG terutama datang dari sektor transportasi dan logistik yang turun 0,56%. Sektor kesehatan menyusul dengan koreksi 0,48%, sedangkan sektor keuangan melemah 0,36%.

Aktivitas perdagangan pada sesi pertama tercatat cukup ramai. Volume transaksi mencapai sekitar 24 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp11,5 triliun. Sebanyak 333 saham terkoreksi, 272 saham menguat, dan 186 saham stagnan.

Sejumlah saham unggulan masih mampu mencatatkan penguatan. United Tractors (UNTR) naik Rp950 menjadi Rp26.950 per saham. DCII menguat Rp675 ke Rp202.275, sedangkan ALKA melonjak Rp450 menjadi Rp4.980 per saham.

Sebaliknya, DUTI menjadi salah satu saham dengan penurunan harga terbesar setelah terkoreksi Rp410 ke Rp4.380. BYAN turun Rp375 menjadi Rp13.400, sementara POLU melemah Rp375 ke Rp17.425 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, CUAN menjadi saham paling aktif dengan 62.739 kali transaksi senilai Rp731 miliar.

KPIG menyusul dengan 37.888 transaksi senilai Rp219 miliar, sedangkan DSSA diperdagangkan sebanyak 33.974 kali dengan nilai Rp499 miliar.

Di jajaran LQ45, tekanan terbesar terjadi pada saham Indika Energy (INDY) yang merosot 4,49% ke Rp2.980. AKRA turun 2,26% menjadi Rp1.515, sedangkan ESSA terkoreksi 2,16% ke Rp680.

Namun, sejumlah saham LQ45 justru bergerak agresif di tengah pelemahan IHSG. CUAN memimpin penguatan dengan lonjakan 7,98% ke Rp1.015.

UNTR juga menguat 3,65% ke Rp26.950, sementara ANTM naik 3,12% menjadi Rp3.300 per saham.