EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IHSG Terjun di Sesi I, Saham BYAN hingga PGEO Tertekan

Oleh Komarudin 19 Aug 2026 12:30 2 menit baca

Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan sesi I, Rabu (19/8/2026). IHSG turun 38,63 poin atau 0,60% ke level 6.411,19.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan mayoritas sektor saham. Dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak sembilan sektor melemah, sementara hanya dua sektor yang mampu mencatatkan penguatan.

Sektor energi menjadi sektor dengan penurunan paling dalam pada sesi I hari ini. Indeks sektor energi terkoreksi 1,35%, disusul sektor barang baku yang turun 0,86% dan sektor barang konsumen non-siklikal yang melemah 0,72%.

Di sisi lain, sektor properti menjadi sektor dengan penguatan paling tinggi, yakni naik 1,51%. Sektor infrastruktur juga berhasil menguat sebesar 0,82%.

Aktivitas perdagangan saham hingga akhir sesi I terbilang ramai. Total volume transaksi mencapai 21,43 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp7,34 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 233 saham menguat, 361 saham melemah, sedangkan 191 saham stagnan.

Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan. Saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) naik Rp300 menjadi Rp5.500 per saham. Kemudian saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp250 menjadi Rp25.000 per saham.

Sementara itu, saham PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) naik Rp230 menjadi Rp4.800 per saham.

Di jajaran saham yang mengalami penurunan harga, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi salah satu yang mencatat koreksi besar, yakni turun Rp1.200 menjadi Rp16.075 per saham.

Saham PT Permata Prima Sakti Tbk (PGUN) juga turun Rp625 menjadi Rp8.550 per saham, sedangkan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) terkoreksi Rp430 menjadi Rp2.630 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menjadi saham paling aktif diperdagangkan hingga sesi I.

INET tercatat ditransaksikan sebanyak 81.864 kali dengan nilai transaksi sekitar Rp423 miliar.

Di posisi berikutnya terdapat PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dengan frekuensi transaksi sebanyak 77.437 kali dan nilai transaksi sekitar Rp388 miliar.

Sementara saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berada di posisi ketiga dengan frekuensi transaksi 35.105 kali dan nilai transaksi sekitar Rp95 miliar.

Di jajaran saham konstituen LQ45, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) menjadi salah satu saham dengan penurunan terdalam, yakni 4,62%.

Kemudian saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) turun 3,64%, disusul PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang terkoreksi 2,86%.

Sebaliknya, sejumlah saham LQ45 berhasil melawan tekanan pasar. PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi top gainer dengan kenaikan 5,77%.

Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menyusul dengan penguatan 2,94%, sementara PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 2,61%.