IHSG Turun Tipis di Sesi I, Saham KOTA Paling Ramai

IHSG Turun Tipis di Sesi I, Saham KOTA Paling Ramai
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada perdagangan sesi pertama, Senin (31/8/2026). Setelah sempat bergerak di zona positif. IHSG akhirnya ditutup melemah  0,884 poin atau 0,01% ke level 6.517,237.

Pergerakan IHSG yang nyaris stagnan tersebut terjadi di tengah pergerakan indeks sektoral yang cenderung terbelah. Sejumlah sektor berhasil menguat cukup signifikan, tetapi tekanan dari sektor barang baku dan kesehatan menahan laju indeks.

IDX Sektor Barang Baku dan IDX Sektor Kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, masing-masing anjlok 1,33%.

Tekanan berikutnya datang dari IDX Sektor Teknologi yang turun 0,19% serta IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang melemah 0,12%.

Di sisi lain, IDX Sektor Perindustrian menjadi sektor dengan penguatan paling tinggi pada sesi pertama. Indeks sektor ini melonjak 1,80%.

Penguatan kemudian diikuti IDX Sektor Transportasi dan Logistik sebesar 1,22%, IDX Sektor Infrastruktur naik 1,05%, dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menguat 0,91%.

Selanjutnya, IDX Sektor Energi naik 0,89%, IDX Sektor Keuangan menguat 0,74%, serta IDX Sektor Properti dan Real Estate naik 0,29%.

Aktivitas perdagangan juga cukup ramai. Total volume transaksi bursa mencapai 26,36 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp10,33 triliun.

Sebanyak 392 saham tercatat naik harga, sementara 229 saham turun dan 166 saham bergerak flat.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan. LIFE melonjak Rp1.350 menjadi Rp9.900 per saham. Kemudian SINI naik Rp1.275 menjadi Rp10.900 per saham, sedangkan GGRM menguat Rp775 menjadi Rp20.300 per saham.

Sebaliknya, tekanan cukup besar terjadi pada beberapa saham. DCII anjlok Rp3.150 menjadi Rp200.000 per saham. Selanjutnya, SRAJ turun Rp750 menjadi Rp13.650, sedangkan BYAN melemah Rp575 menjadi Rp14.000 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, KOTA menjadi saham paling aktif diperdagangkan pada sesi pertama dengan 121.489 kali transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp581 miliar.

Posisi berikutnya ditempati DMAS dengan 39.510 kali transaksi senilai Rp152 miliar, disusul DSSA sebanyak 38.977 kali transaksi dengan nilai mencapai Rp360 miliar.

Posisi berikutnya ditempati DMAS dengan 39.510 kali transaksi senilai Rp152 miliar, disusul DSSA sebanyak 38.977 kali transaksi dengan nilai mencapai Rp360 miliar.

Di jajaran saham LQ45, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 5,58%.

Berikutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 3,62%, sedangkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah 3,14%.

Sementara itu, dari jajaran top gainers LQ45, Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memimpin dengan kenaikan 2,45%.

Kemudian PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 1,95%, disusul PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang naik 1,60%.

Dengan IHSG hanya terkoreksi tipis, investor tampaknya masih melakukan rotasi di antara sektor-sektor saham. Pergerakan sejumlah saham seperti LIFE, KOTA, HRTA, AADI, hingga MDKA menjadi perhatian pasar pada awal pekan ini.