IHSG Tutup Akhir Pekan Tertekan! Hanya Satu Sektor Hijau

IHSG Tutup Akhir Pekan Tertekan! Hanya Satu Sektor Hijau
Lantai perdagangan saham di BEI
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan Jumat (11/9/2026) melemah 47,961 poin atau 0,73% ke level 6.541,377, meski sempat tertekan lebih dalam pada perdagangan sesi pertama.

Tekanan terhadap IHSG terjadi karena hampir seluruh indeks sektoral berakhir melemah. Sektor barang konsumer primer menjadi pemberat utama dengan penurunan 1,25%.

Selanjutnya, sektor energi terkoreksi 1,22%, sektor infrastruktur turun 1,20%, sedangkan sektor barang konsumer non-primer melemah 1,19%.

Pelemahan juga terjadi pada sektor transportasi dan logistik sebesar 1,13%, teknologi 0,71%, serta barang baku 0,70%. Sektor properti dan real estate turun 0,66%, perindustrian melemah 0,20%, dan keuangan terkoreksi tipis 0,11%.

Berbeda dari sektor lainnya, sektor kesehatan justru menjadi satu-satunya indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau, dengan lonjakan sebesar 3,91%.

Pergerakan pasar juga menunjukkan tekanan jual yang cukup dominan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 453 saham turun, sementara 183 saham naik dan 153 saham stagnan.

Total volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 30,44 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp14,68 triliun.

Di tengah tekanan IHSG, sejumlah saham justru mencatatkan penguatan signifikan. SRAJ menjadi salah satu saham dengan kenaikan harga terbesar, yakni Rp2.600 menjadi Rp15.600 per saham.

Kemudian ADES naik Rp725 ke level Rp32.000, sedangkan CASA menguat Rp195 menjadi Rp1.995 per saham.

Sebaliknya, tekanan paling besar terjadi pada BYAN yang terkoreksi Rp750 menjadi Rp12.350 per saham. SINI turun Rp450 ke Rp13.100, sementara UANG melemah Rp320 menjadi Rp3.790 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, BUMI menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan dengan 47.551 kali transaksi senilai Rp682 miliar.

Posisi berikutnya ditempati CUAN dengan 44.840 kali transaksi senilai Rp468 miliar, serta KPIG sebanyak 41.623 kali dengan nilai transaksi Rp173 miliar.

Di jajaran LQ45, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menjadi saham dengan pelemahan terdalam, yakni turun 4,06%.

ESSA Industries Indonesia (ESSA) menyusul dengan koreksi 3,68%, sementara Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) turun 3,66%.

Sebaliknya, Indosat (ISAT) menjadi top gainer LQ45 dengan kenaikan 1,25%. Kemudian Amman Mineral Internasional (AMMN) menguat 1,04%, disusul Pertamina Geothermal Energy (PGEO) yang naik 0,99%.

Dengan penutupan di level 6.541,377, IHSG masih berada dalam tekanan setelah pada perdagangan Kamis (10/9/2026) sebelumnya anjlok 1,33%.