KB Bank (BBKP) Bukukan Laba Ambles 95,2%, Sisa Rp18,6M di Semester I 2026
EmitenTrust.com - PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp18,63 miliar pada semester I 2026. Angka tersebut anjlok 95,22% dibandingkan Rp389,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah penurunan laba tersebut, pendapatan bunga dan syariah BBKP justru meningkat. Total pendapatan bunga dan syariah tercatat sebesar Rp2,74 triliun, naik 3,78% dibandingkan Rp2,64 triliun pada semester I 2025.
Kenaikan tersebut terutama berasal dari pendapatan bunga yang meningkat menjadi Rp2,49 triliun dari Rp2,36 triliun. Sementara pendapatan syariah tercatat Rp249,13 miliar, turun dibandingkan Rp278,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban bunga dan syariah juga berhasil ditekan. Total beban tersebut turun menjadi Rp1,96 triliun dari Rp2,09 triliun pada semester I 2025. Alhasil, pendapatan bunga dan syariah bersih meningkat 42,46% menjadi Rp782,68 miliar dari Rp549,43 miliar.
Namun, peningkatan pendapatan bunga bersih tersebut belum mampu mengimbangi perubahan sejumlah pos pendapatan dan beban lainnya. Pendapatan operasional lainnya turun menjadi Rp223,51 miliar dari Rp269,31 miliar.
BBKP juga membukukan laba operasional dari kegiatan berkelanjutan sebesar Rp38,02 miliar, berbalik dari rugi operasional Rp65,39 miliar pada semester I 2025.
Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban nonoperasional serta pajak penghasilan, laba dari operasi yang berkelanjutan tercatat Rp13,61 miliar, turun signifikan dari Rp381,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba dari operasi yang dihentikan mencapai Rp5,42 miliar. Dengan demikian, total laba bersih konsolidasian BBKP pada semester I 2026 tercatat Rp19,02 miliar, merosot 95,12% dari Rp389,67 miliar pada semester I 2025.
Dari sisi laba yang menjadi hak pemegang saham, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp18,63 miliar. Adapun laba per saham dari operasi berkelanjutan turun menjadi Rp0,07 per saham dari Rp2,03 per saham pada semester I 2025.
Di sisi lain, total laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp223,85 miliar. Angka tersebut ditopang antara lain oleh perubahan surplus revaluasi aset sebesar Rp205,66 miliar.
Pada perdagangan Jumat (18/9) saham BBKP turun 1,9 persen atau ambles ARB ke level Rp50. Dalam sepekan saham BBKP drop 3,85 persen. Dalam sebulan anjlok 10,71 persen. Dalam 6 bulan tersungkur 20 persen. Secara tahunan (YTD) BBKP ambles 35 persen dari harga Rp78 pada 2 Januari 2026