back to top

Kejutan Saham TUGU di Akhir Tahun

EmTrust – Lembaga pemeringkat asuransi global berbasis Amerika Serikat, AM Best, resmi merevisi naik outlook PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) dari sebelumnya negatif menjadi stabil. Perbaikan outlook ini dinilai menjadi katalis positif yang membuat saham TUGU semakin menarik di mata investor.

Dalam pernyataan resminya pada 9 Desember 2025, AM Best menegaskan kembali Financial Strength Rating (FSR) A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating (ICR) “a-” (Excellent) untuk TUGU. Selain itu, AM Best juga mempertahankan Indonesia National Scale Rating (NSR) aaa.ID (Exceptional) dengan outlook stabil.

AM Best menilai peringkat TUGU didukung oleh kekuatan neraca yang sangat kuat, kinerja operasional yang solid, profil bisnis yang netral, serta penerapan manajemen risiko yang memadai. Dampak induk usaha, PT Pertamina (Persero), juga dinilai bersifat netral karena tetap memberi dukungan bisnis tanpa menimbulkan ketergantungan berlebih terhadap profil risiko grup.

Revisi outlook menjadi stabil mencerminkan perbaikan kinerja operasional TUGU dalam beberapa periode terakhir dan diharapkan dapat terus terjaga ke depan. AM Best mencatat bahwa pada 2024 kinerja underwriting TUGU membaik seiring perbaikan klaim di bisnis asuransi dan reasuransi. Tren positif ini berlanjut hingga sembilan bulan pertama 2025, didukung oleh underwriting dan hasil investasi yang solid.

Analis NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi, menilai kemampuan TUGU mempertahankan rating a- sejak 2016 merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, TUGU menjadi salah satu dari dua asuransi umum nasional yang memperoleh rating global dari AM Best, sekaligus yang paling konsisten sejak pertama kali mendapatkannya.

Kekuatan permodalan TUGU tercermin dari Risk Based Capital (RBC) sebesar 377,56% per Oktober 2025, jauh di atas ketentuan minimum regulator dan rata-rata industri.

Leonardo menambahkan, kenaikan outlook dari negatif menjadi stabil merupakan sentimen positif bagi saham TUGU, tidak hanya bagi mitra reasuransi global, tetapi juga investor pasar modal. Di tengah tantangan industri seperti pertumbuhan premi single digit, ketentuan modal minimum, dan implementasi PSAK 117, TUGU dinilai tetap memiliki posisi kompetitif yang kuat.

Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian September 2025, Hasil Jasa Asuransi TUGU mencapai Rp682,6 miliar, pendapatan investasi sebesar Rp509,0 miliar, serta pendapatan usaha lainnya Rp390,9 miliar.

Sejak pengumuman afirmasi rating dan perbaikan outlook tersebut, harga saham TUGU bergerak dalam tren menguat. Pada perdagangan Senin (29/12/2025), saham TUGU ditutup melonjak 5,83% ke level Rp1.180 per saham, sekaligus menjadi posisi penutupan tertinggi sepanjang 2025. Secara year-to-date, saham TUGU telah menguat 14,56%.

Meski demikian, Leonardo menilai valuasi saham TUGU masih sangat menarik dengan Price to Book Value (PBV) sekitar 0,41 kali, sehingga masih tergolong sangat terdiskon.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru