back to top

KIJA Rugi Rp6,4 Miliar di Semester I-2026, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Emitentrust.com – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar pada semester I-2026, berbalik dari laba bersih Rp627,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan menegaskan, pelemahan kinerja tersebut bukan disebabkan oleh bisnis inti, melainkan oleh sejumlah beban non-operasional yang bersifat satu kali terkait proses refinancing utang.

Di sisi operasional, kinerja Perseroan juga mengalami normalisasi. Laba bruto konsolidasian turun 24,7% menjadi Rp840,5 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp1,116 triliun pada semester I-2025. Sejalan dengan itu, marjin laba bruto menyusut menjadi 34% dari 41% pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga mencatat laba operasional sebesar Rp524,0 miliar, turun 36,3% dibandingkan Rp822,8 miliar pada semester I-2025. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi lebih rendahnya pengakuan pendapatan dari penjualan lahan industri di Kendal akibat perbedaan waktu pengakuan pendapatan.

Menurut manajemen, kontribusi penjualan lahan industri yang umumnya memiliki marjin tinggi pada semester pertama tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya, porsi pendapatan dari pilar Infrastruktur meningkat. Segmen ini menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) yang lebih stabil, namun memiliki tingkat marjin yang lebih rendah dibandingkan bisnis penjualan lahan.

Selain itu, segmen listrik juga mencatat marjin yang lebih rendah akibat faktor operasional yang dinilai bersifat sementara dan tidak mencerminkan potensi laba jangka panjang.

Di luar faktor operasional, rugi bersih terutama dipicu oleh beban non-operasional dari refinancing Senior Notes menjadi pinjaman bank. Beban tersebut meliputi rugi selisih kurs sebesar Rp280,7 miliar, kerugian penghentian instrumen lindung nilai (hedging) sebesar Rp154,6 miliar, serta beban amortisasi dipercepat atas penebusan Senior Notes 2027 sebesar Rp24,9 miliar. Sebagai perbandingan, pada semester I-2025 rugi selisih kurs hanya mencapai Rp22,5 miliar.

Sementara itu, Adjusted EBITDA tercatat sebesar Rp747,7 miliar, turun 24,9% dibandingkan Rp995,3 miliar pada semester I-2025, sejalan dengan penurunan kinerja operasional.

Di sisi pemasaran, Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp1,19 triliun pada semester I-2026 atau sekitar 31,7% dari target tahun penuh sebesar Rp3,75 triliun.

Kontribusi terbesar berasal dari kawasan Kendal yang menyumbang 71% dari total marketing sales, ditopang penjualan lahan seluas 7 hektare kepada produsen baterai serta 9,7 hektare kepada produsen peralatan rumah tangga asal Indonesia. Sementara kawasan Cikarang dan wilayah lainnya memberikan kontribusi 29%, didorong penjualan lahan industri kepada perusahaan tekstil nasional dan importir bahan bangunan asal Tiongkok.

Untuk tahun 2026, Jababeka menargetkan marketing sales sebesar Rp3,75 triliun, terdiri dari Rp1,25 triliun dari Cikarang dan wilayah lainnya serta Rp2,5 triliun dari kawasan industri Kendal.

Wakil Direktur Utama PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, Budianto Liman, mengatakan bisnis infrastruktur kini telah menjadi penopang utama kinerja Perseroan.

“Kinerja kami pada semester pertama mencerminkan semakin besarnya kontribusi bisnis infrastruktur yang menghasilkan pendapatan berulang, yang kini telah menyumbang lebih dari separuh pendapatan konsolidasian Perseroan. Meskipun rugi bersih yang dilaporkan dipengaruhi biaya satu kali yang bersifat non-operasional terkait refinancing Senior Notes, di luar pos-pos tersebut Jababeka tetap membukukan laba pada tingkat operasional. Kami juga terus melihat permintaan yang baik terhadap lahan industri di Cikarang maupun Kendal dan tetap optimistis memperkuat basis pendapatan berulang untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang,” ujar Budianto Liman.

Artikel Terkait

WIKA Gedung (WEGE) Boncos! Pendapatan Anjlok 55,4%, Berbalik Rugi Rp89,89M di Semester I

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) membukukan rugi bersih sebesar Rp89,89 miliar pada semester I 2026. Kinerja ini berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat laba bersih Rp400,19 juta,

CHIP Bukukan Laba Rp4,36 Miliar, Naik 41,75% pada Semester I-2026

PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,36 miliar pada semester I-2026, meningkat 41,75% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan laba bersih sebesar Rp3,08 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BESS Berbalik Rugi Rp5,6M pada Semester I-2026, Pendapatan Drop 37,9%

PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) membukukan rugi bersih sebesar Rp5,60 miliar pada semester I-2026, berbalik dari laba bersih Rp46,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru