EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

KOTA Minta Restu Rights Issue Rp4,4T Buat Akuisisi Lahan 571 Hektare

Oleh Komarudin 31 Aug 2026 08:54 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menyiapkan aksi korporasi jumbo melalui Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru Seri B untuk menghimpun dana sekitar Rp4,4 triliun.

Berdasarkan prospektus ringkas Perseroan, Jumat (28/8/2026), jumlah saham baru yang akan diterbitkan tersebut setara dengan sebesar-besarnya 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah pelaksanaan PMHMETD I.

Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp25 per saham dan akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham Perseroan lainnya yang telah diterbitkan.

Pelaksanaan rights issue tersebut tidak akan menyebabkan perubahan pengendali di KOTA. Adapun PMHMETD I akan dilaksanakan paling lambat dalam waktu 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.

Yang menarik, sebagian besar dana hasil rights issue akan digunakan KOTA untuk melakukan pengambilalihan dua perusahaan, yakni PT Art Design Indonesia (ADI) dan PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP).

KOTA berencana mengakuisisi 99,99% saham ADI yang dimiliki PT Michel Energi (ME) sebanyak 1.206.272 lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp1,2 triliun.

Selanjutnya, KOTA juga akan mengambil alih 99,99% saham MGP yang dimiliki ME sebanyak 6.413.296 lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp3,2 triliun.

Sementara itu, apabila terdapat sisa dana, Perseroan akan menggunakannya untuk modal kerja dan kegiatan operasional serta pengembangan usaha Perseroan.

Rencana akuisisi kedua perusahaan tersebut menjadi bagian dari strategi KOTA untuk memperkuat basis aset sekaligus memperluas pijakan bisnis melalui penguasaan land bank strategis dengan total sekitar 571 hektare.

Melalui pengambilalihan ADI, KOTA akan mendapatkan akses terhadap lahan sekitar 23 hektare di Surabaya.

Surabaya dinilai menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Indonesia bagian timur, sehingga penguasaan lahan di wilayah tersebut berpotensi memperkuat posisi Perseroan dalam pengembangan bisnis properti.

Sementara itu, akuisisi MGP akan memberikan KOTA penguasaan atas lahan sekitar 548 hektare di Maja.

Kawasan Maja memiliki potensi pertumbuhan seiring dengan perkembangan kawasan hunian, peningkatan konektivitas transportasi, serta kebutuhan terhadap kawasan industri dan logistik.

Dengan demikian, aksi korporasi tersebut bukan sekadar penambahan modal, tetapi juga menjadi langkah KOTA untuk memperbesar basis aset dan mengamankan cadangan lahan untuk pengembangan bisnis ke depan.

Meski telah menyiapkan rencana rights issue dan akuisisi, KOTA masih harus memperoleh persetujuan pemegang saham.

Perseroan akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Oktober 2026.

Jika mendapatkan persetujuan, KOTA selanjutnya akan menjalankan rangkaian proses PMHMETD I sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal.

Saham KOTA dalam sepekan terakhir naik 3,87 persen. Dalam sebulan melonjak 28,8 persen. Dalam enam bulan terbang 159 persen. Secara tahunan (YTD) meroket 163 persen dari harga Rp61 pada 2 Januari 2026.

Topik terkait
KOTA PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) i Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I rights issue akuisisi lahan