Low Tuck Kwong Jual 10 Miliar Saham BYAN ke Perusahaan Haji Isam

Low Tuck Kwong Jual 10 Miliar Saham BYAN ke Perusahaan Haji Isam
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengungkap adanya rencana transaksi jumbo saham perseroan yang melibatkan dua nama besar di sektor pertambangan Indonesia.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengungkap adanya rencana transaksi jumbo saham perseroan yang melibatkan dua nama besar di sektor pertambangan Indonesia.

Transaksi tersebut muncul setelah Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama sebagai pembeli pada 16 September 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi BYAN pada 17 September 2026, saham yang menjadi objek transaksi mencapai 10.000.000.500 saham biasa perseroan. Dengan demikian, apabila seluruh persyaratan transaksi terpenuhi dan penyelesaian transaksi dilakukan, Jhonlin Baratama akan menjadi pemegang atas saham tersebut.

Namun, transaksi tersebut belum bersifat final. Penyelesaiannya masih bergantung pada terpenuhinya sejumlah kondisi pendahuluan sebagaimana disepakati dalam perjanjian.

Rencana pengalihan saham ini menjadi perhatian karena melibatkan Low Tuck Kwong, pemegang saham pengendali Bayan Resources, dengan Jhonlin Baratama sebagai pihak pembeli.

Meski terdapat perubahan kepemilikan saham dalam jumlah besar, BYAN menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.

Perseroan juga menyampaikan bahwa informasi tersebut merupakan fakta material yang telah dilaporkan kepada otoritas pasar modal sesuai ketentuan keterbukaan informasi.

Pada perdagangan Kamis (17/9) saham BYAN naik 1,54 persen ke level Rp11.525. Dalam sepekan terakhir anjlok 10 persen. Dalam sebulan menukik 33,2 persen dari harga Rp17.275 pada 18 Agustus 2026 

Perlu diketahui Pemilik PT Jhonlin Baratama adalah Andi Syamsuddin Arsyad, yang lebih akrab disapa dengan nama Haji Isam.

PT Jhonlin Baratama merupakan bagian dari jaringan Jhonlin Group yang dikendalikan oleh Haji Isam dan bergerak di berbagai sektor mulai dari tambang, logistik, hingga perkebunan.