Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (27/7/2026).
IHSG terkoreksi 10,64 poin atau 0,17% ke level 6.185,78, terseret pelemahan mayoritas sektor meski saham-saham perbankan dan teknologi masih mampu menopang sebagian pergerakan indeks.
Pelemahan IHSG dipicu oleh penurunan delapan dari sebelas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sektor infrastruktur menjadi penekan terbesar setelah melemah 1,25%, disusul sektor properti dan real estat yang turun 0,82%, serta sektor kesehatan yang terkoreksi 0,60%.
Di sisi lain, hanya tiga sektor yang berhasil bertahan di zona hijau. Sektor perindustrian memimpin penguatan dengan kenaikan 0,68%, diikuti sektor keuangan 0,43%, serta sektor teknologi yang naik 0,31%.
Aktivitas perdagangan di BEI mencatat volume 27,52 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp12,03 triliun. Sebanyak 307 saham menguat, 341 saham melemah, dan 147 saham ditutup tidak berubah.
Dari sisi pergerakan harga, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat kenaikan nominal terbesar setelah melonjak Rp4.625 menjadi Rp191.400 per saham. Disusul PT Akasha Wira International Tbk (ADES) yang naik Rp2.575 menjadi Rp38.850 per saham dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) yang menguat Rp300 menjadi Rp6.225 per saham.
Sebaliknya, saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menjadi salah satu penekan dengan penurunan Rp575 menjadi Rp5.125 per saham. Pelemahan juga dialami PT Golden Flower Tbk (POLU) yang turun Rp400 menjadi Rp12.000 per saham serta PT Siantar Top Tbk (STTP) yang terkoreksi Rp225 menjadi Rp9.775 per saham.
Berdasarkan frekuensi perdagangan, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 60.593 kali transaksi senilai Rp560 miliar. Posisi berikutnya ditempati BULL sebanyak 57.564 kali transaksi senilai Rp291 miliar, disusul BMRI dengan 45.579 kali transaksi dan nilai Rp958 miliar.
Di jajaran saham LQ45, pelemahan dipimpin PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 6,25%, diikuti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 4,73%, serta PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang terkoreksi 4,69%.
Sementara itu, saham LQ45 yang mencatat penguatan tertinggi adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang naik 3,61%, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang menguat 3,58%, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang bertambah 3,55%.


