back to top

MYOH Suntik TRJA Rp25 M, Bunga di Bawah Batas Wajar

Emitentrust.com – Emiten jasa pertambangan terintegrasi PT Samindo Resources Tbk (MYOH) kembali menunjukkan komitmennya memperkuat anak usaha. Perseroan resmi mencairkan pinjaman tahap kedua senilai Rp25 miliar kepada PT Transkon Jaya Tbk (TRJA).

Berdasarkan keterbukaan informasi, pencairan dana dilakukan pada 30 Januari 2026 dan merupakan bagian dari plafon fasilitas pinjaman yang telah disepakati sejak 10 Mei 2024. MYOH yang merupakan pemegang saham pengendali TRJA dengan kepemilikan 83,81%, menetapkan suku bunga 7,9% per tahun untuk pinjaman tersebut.

Manajemen MYOH menjelaskan, suntikan dana ini ditujukan untuk memperkuat likuiditas dan menjaga kelancaran operasional TRJA. Skema transaksi afiliasi dipilih karena dinilai lebih fleksibel dan efisien dibandingkan pendanaan dari pihak eksternal.

Soal kewajaran, MYOH menegaskan bunga 7,9% masih aman dan kompetitif. Penilai independen KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan menyebut rentang suku bunga wajar berada di 7,86%–9,14%, sehingga transaksi ini dinilai tidak merugikan TRJA.

Manajemen juga menekankan bahwa pinjaman ini murni untuk sinergi usaha dan dukungan modal kerja, serta tidak mengandung benturan kepentingan dengan Direksi, Dewan Komisaris, maupun pemegang saham utama lainnya.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru