Pendapatan JECX Naik Tipis, Tapi Laba Anjlok 42% di Kuartal III

Pendapatan JECX Naik Tipis, Tapi Laba Anjlok 42% di Kuartal III
PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola bisnis layanan kesehatan mata, membukukan pendapatan sebesar Rp706,95 miliar hingga 30 September 2026, meningkat 2,24% dibandingkan Rp691,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola bisnis layanan kesehatan mata, membukukan pendapatan sebesar Rp706,95 miliar hingga 30 September 2026, meningkat 2,24% dibandingkan Rp691,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu menahan penurunan laba bersih perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit, laba tahun berjalan JECX tercatat Rp39,75 miliar, turun 37,90% dibandingkan Rp64,01 miliar pada periode Januari-September 2025.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp36,77 miliar, merosot 42,24% dibandingkan Rp63,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham juga turun menjadi Rp11,30 dari Rp21,79.

Dari sisi operasional, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp273,82 miliar dari Rp270,24 miliar. Meski demikian, laba bruto masih tumbuh 2,83% menjadi Rp433,13 miliar, dibandingkan Rp421,20 miliar pada tahun sebelumnya.

Tekanan kinerja terlihat dari kenaikan beban operasional. Beban pemasaran naik menjadi Rp13,80 miliar dari Rp11,21 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp331,15 miliar dari Rp300,17 miliar.

Akibatnya, laba usaha JECX turun 19,11% menjadi Rp83,40 miliar dari Rp103,12 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga mencatat pendapatan keuangan sebesar Rp1,55 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp2,60 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, beban keuangan meningkat menjadi Rp25,86 miliar dari Rp19,77 miliar.

Kombinasi kenaikan beban operasional dan biaya keuangan tersebut menekan laba sebelum pajak menjadi Rp59,09 miliar, turun 31,25% dibandingkan Rp85,95 miliar pada periode yang sama 2025.

Beban pajak penghasilan tercatat Rp19,34 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp21,94 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, penurunan beban pajak belum cukup untuk mengimbangi tekanan laba sebelum pajak.

Dari sisi neraca, total aset JECX per 30 September 2026 mencapai Rp1,52 triliun, meningkat 4,53% dibandingkan Rp1,45 triliun pada 31 Desember 2025.

Kas dan bank naik menjadi Rp279,75 miliar dari Rp244,13 miliar. Piutang usaha pihak ketiga juga meningkat menjadi Rp84,04 miliar dari Rp70,51 miliar.

Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp384,98 miliar dari Rp640,33 miliar, atau menyusut sekitar 39,88%. Penurunan ini terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek yang merosot menjadi Rp277,91 miliar dari Rp547,40 miliar.

Utang bank jangka pendek yang sebelumnya tercatat Rp6,75 miliar telah menjadi nihil. Bagian lancar utang bank juga turun tajam menjadi Rp9,53 miliar dari Rp260,65 miliar pada akhir 2025, meskipun pada September 2026 perseroan masih memiliki utang bank jangka panjang Rp20,94 miliar.

Total ekuitas meningkat menjadi Rp1,13 triliun dari Rp811,00 miliar pada akhir 2025. Perubahan ini antara lain didukung penawaran umum perdana saham (IPO) yang tercatat menambah ekuitas sebesar Rp392,78 miliar sebelum memperhitungkan biaya emisi, serta kompensasi berbasis saham Rp13,87 miliar.