Emitentrust.com – PT Pembangunan Perumahan Presisi Tbk (PPRE) sepanjang 2025 membukukan rugi bersih Rp1,35 triliun, berbalik dari laba Rp194,09 miliar di 2024 atau merosot lebih dari 796% secara tahunan (YoY).
Sejalan dengan itu, laba per saham (EPS) ikut terjun bebas dari Rp8,84 menjadi minus Rp143,06, mencerminkan tekanan berat terhadap profitabilitas perusahaan.
Dalam laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2025 disebutkan, PPRE masih mencatatkan pendapatan Rp3,94 triliun, naik tipis sekitar 4,1% YoY dibandingkan Rp3,79 triliun di tahun sebelumnya. Namun, lonjakan beban justru menjadi faktor utama yang menyeret kinerja ke zona merah.
Beban pokok pendapatan membengkak signifikan menjadi Rp4,07 triliun, sehingga membuat perseroan mencatat rugi kotor Rp128,76 miliar, berbanding terbalik dari laba kotor Rp778,21 miliar pada 2024.
Tekanan makin dalam akibat kerugian penurunan nilai (impairment) yang melonjak tajam menjadi Rp656,03 miliar dari sebelumnya hanya Rp56,90 miliar. Selain itu, beban keuangan juga meningkat menjadi Rp374,27 miliar, memperberat beban operasional.
Dari sisi neraca, total aset PPRE tercatat turun menjadi Rp6,77 triliun dari Rp7,64 triliun. Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp4,64 triliun, sehingga menggerus ekuitas yang jatuh signifikan menjadi Rp2,13 triliun dari Rp3,49 triliun.
Arus kas operasional masih positif sebesar Rp588,26 miliar, namun menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp766,22 miliar. Di sisi lain, kas dan setara kas ikut menyusut menjadi Rp254,84 miliar.


