PPGL Minta Restu Bagikan Saham Bonus, Rasio 6:4
EmitenTrust.com - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) berencana membagikan sebanyak-banyaknya 514,12 juta saham bonus kepada para pemegang saham. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 23 Oktober 2026.
Saham bonus tersebut akan berasal dari kapitalisasi sebagian Tambahan Modal Disetor (agio saham) PPGL per 31 Desember 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, saldo Tambahan Modal Disetor perseroan mencapai Rp13,21 miliar.
Dalam keterangannya pada Rabu (16/9) PPGL menyebut pembagian saham bonus diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus memberikan manfaat kepada pemegang saham. Perseroan juga berharap bertambahnya jumlah saham beredar dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham PPGL di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jika memperoleh persetujuan pemegang saham, PPGL akan menerbitkan maksimal 514.118.680 saham baru dengan nilai nominal Rp22 per saham.
Dengan penerbitan tersebut, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh PPGL akan meningkat menjadi maksimal 1.285.296.700 saham.
Adapun skema pembagian saham bonus ditetapkan dengan rasio 6:4. Artinya, setiap pemegang enam saham PPGL akan memperoleh empat saham bonus.
Perseroan menegaskan saham yang diberikan dalam aksi korporasi ini bukan merupakan dividen saham. Saham bonus berasal dari agio saham atau kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal setelah dikurangi biaya emisi efek ekuitas.
Berdasarkan nilai nominal Rp22 per saham, maksimal 514.118.680 saham bonus tersebut memiliki nilai keseluruhan sekitar Rp11,31 miliar.
Nilai tersebut akan dikapitalisasi dari Tambahan Modal Disetor PPGL untuk tahun buku 2025. Dengan demikian, nilai saham bonus yang direncanakan setara sekitar 85,62% dari saldo Tambahan Modal Disetor perseroan sebesar Rp13,21 miliar.
Dalam pelaksanaannya, apabila perhitungan hak pemegang saham menghasilkan pecahan saham, PPGL akan menerapkan pembulatan ke bawah. Perseroan juga tidak akan menerbitkan saham sisa yang tidak dapat ditentukan kepemilikannya.