EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

Protelindo Grup Djarum Ungkap Asal-usul Saham BTEL, Terkait PKPU!

Oleh Komarudin 26 Aug 2026 10:22 2 menit baca

EmitenTrust.com - PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) grup Djarum memberikan penjelasan terkait pemberitaan media massa pada 24 Agustus 2026 mengenai kepemilikan saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) oleh perseroan.

Manajemen Protelindo dalam penjelasannya Rabu (26/8) menegaskan, kepemilikan saham BTEL tersebut terjadi sebagai dampak dari pelaksanaan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) berdasarkan Perjanjian Perdamaian yang ditandatangani pada 8 Desember 2014.

Konversi tersebut, menurut perseroan, bukan merupakan pelaksanaan Repurchase Agreement. Perjanjian Perdamaian itu melibatkan BTEL dan para kreditur terkait, termasuk Protelindo.

Perjanjian tersebut merupakan tindak lanjut atas putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara BTEL yang diputus pada 10 November 2014.

Protelindo juga menegaskan bahwa kepemilikan saham BTEL tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan perseroan.

“Kepemilikan saham tersebut tidak bersifat material terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan Perseroan,” tulis Manajemen Protelindo dalam keterbukaan informasi.

Perseroan menyatakan tetap berfokus pada pengembangan kegiatan usaha utamanya dalam menjalankan strategi bisnis.

Selain itu, Protelindo akan terus mempertimbangkan setiap peluang bisnis secara selektif dengan memperhatikan kepentingan jangka panjang perseroan serta para pemangku kepentingan.

Dengan demikian, kepemilikan saham BTEL yang dimiliki Protelindo tersebut merupakan konsekuensi dari proses penyelesaian kewajiban melalui skema konversi OWK berdasarkan Perjanjian Perdamaian 2014, bukan transaksi Repurchase Agreement sebagaimana dapat dipersepsikan dari sejumlah pemberitaan sebelumnya.

Sebagai informasi, sebelumnya  PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo Grup Djarum melaporkan kepemilikan saham baru di PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sebanyak 4,846 miliar saham. Kepemilikan tersebut setara dengan 10,86% hak suara di BTEL.

Berdasarkan laporan kepemilikan  saham yang disampaikan pada 24 Agustus 2026, Protelindo sebelumnya tercatat memiliki 0 saham BTEL. Setelah transaksi, kepemilikannya meningkat menjadi 4.846.785.385 saham.

Transaksi tersebut dilakukan pada 20 Agustus 2026 dengan harga yang tercatat sebesar Rp200 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi berdasarkan jumlah saham dan harga yang dilaporkan mencapai sekitar Rp969,36 miliar.Penyedia Layanan

Dalam laporan tersebut, jenis transaksi dicatat sebagai Repurchase Agreement, dengan status kepemilikan tidak langsung. Sementara tujuan transaksi disebut sebagai penerimaan hasil konversi kepemilikan Obligasi Wajib Konversi.

Jika dihitung berdasarkan jumlah saham setelah transaksi, Protelindo kini menguasai 10,86% hak suara BTEL. Laporan tersebut juga menyebut Protelindo bukan merupakan anggota Direksi maupun Dewan Komisaris BTEL.

Protelindo Group adalah kelompok usaha penyedia infrastruktur telekomunikasi independen terbesar di Indonesia. Perusahaan induk utamanya adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (dengan kode saham TOWR di  Bursa Efek Indonesia), yang dikendalikan oleh keluarga Hartono melalui PT Sapta Adhikari Investama.

Topik terkait
BTEL PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Protelindo grup Djarum PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)