PBSA Minta Restu Stock Split 1:2, Ini Tujuannya

PBSA Minta Restu Stock Split 1:2, Ini Tujuannya
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com EmienTrust.com - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:2. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada September 2026.

Berdasarkan pemanggilan RUPSLB, Direksi PBSA mengundang seluruh pemegang saham untuk menghadiri rapat yang akan diselenggarakan pada Jumat, 18 September 2026 pukul 10.00 WIB di Shanghai Meeting Room, Lantai 6, Merlynn Park Hotel Jakarta.

Dalam mata acara pertama, pemegang saham akan dimintai persetujuan atas rencana pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:2.

Melalui aksi korporasi tersebut, nilai nominal saham PBSA yang saat ini sebesar Rp50 per saham akan dipecah menjadi Rp25 per saham.

Pada perdagangan hari ini Kamis (27/8) saham PBSA naik 2,5 persen ke level Rp820.

PBSA menjelaskan, stock split dilakukan dengan tujuan meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus membuat harga saham PBSA menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel.

Sebagai konsekuensi dari pelaksanaan stock split, PBSA juga meminta persetujuan pemegang saham untuk mengubah Pasal 4 ayat (1) dan (2) Anggaran Dasar Perseroan mengenai modal.

Perubahan tersebut mencakup penyesuaian jumlah modal dasar, modal ditempatkan, serta modal disetor perseroan agar sesuai dengan jumlah saham baru setelah stock split.

Perseroan menegaskan perubahan anggaran dasar tersebut bersifat administratif sebagai konsekuensi dari pemecahan nilai nominal saham.

Adapun pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPSLB adalah pemegang saham atau kuasanya yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Rabu, 26 Agustus 2026, paling lambat sampai penutupan perdagangan di BEI.

PBSA juga mengimbau pemegang saham memanfaatkan fasilitas e-RUPS KSEI melalui platform eASY.KSEI untuk mengikuti rapat secara elektronik.

Jika mendapat persetujuan pemegang saham dan seluruh prosesnya terealisasi, jumlah lembar saham PBSA akan menjadi dua kali lipat, sementara nilai nominal per saham menjadi setengahnya. Stock split tidak secara langsung mengubah nilai ekonomi total kepemilikan pemegang saham, tetapi dapat membuat harga per lembar saham menjadi lebih rendah secara proporsional.