Rupiah Dibuka Melemah, Tembus Rp17.757 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Melemah, Tembus Rp17.757 per Dolar AS
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis. Rupiah turun 52 poin atau 0,294% menjadi Rp17.757 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.705 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pelemahan rupiah terjadi seiring dengan penguatan indeks dolar AS dan kenaikan yield obligasi pemerintah AS jangka pendek.

"Indeks dolar naik 0,25 persen menjadi 99,11, sementara obligasi pemerintah AS 1 dan 5 tahun naik masing-masing 5,9 basis points (bps) dan 3,3 bps menjadi 6,74 persen dan 6,89 persen sebagai antisipasi kenaikan suku bunga oleh The Fed di akhir tahun ini," ujar Rully di Jakarta, Kamis.

Selain itu, pelaku pasar masih menerapkan strategi wait and see menjelang pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8). Pidato tersebut akan menjadi perhatian pasar, terutama terkait arah inflasi dan kebijakan moneter AS.

Dari sisi inflasi, angka Personal Consumption Expenditures (PCE) AS disebut mulai menunjukkan perlambatan menjadi 3,3%. Namun, angka tersebut masih berada jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.

Sementara dari dalam negeri, sentimen rupiah turut dipengaruhi oleh perkembangan aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dijadwalkan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Aksi tersebut membawa dua tuntutan yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat dipengaruhi perkembangan sentimen global, terutama ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan indeks dolar AS, serta respons pasar terhadap kondisi domestik.
Saham