Tiga Saham Terbang Disorot! Dua Ambles, PACK Malah Ngegas

Tiga Saham Terbang Disorot! Dua Ambles, PACK Malah Ngegas
Lantai perdagangan saham di BEI
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan tiga saham ke dalam radar Unusual Market Activity (UMA). Ketiga saham tersebut adalah PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), dan PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR).

Pengumuman UMA dilakukan BEI sebagai langkah perlindungan investor setelah Bursa mencermati aktivitas perdagangan yang dinilai berada di luar kebiasaan pada ketiga saham tersebut.

BEI menyoroti peningkatan harga saham FUJI dan PACK yang di luar kebiasaan, sementara pada BDKR Bursa menemukan indikasi pola transaksi yang tidak wajar.

Melalui Pengumuman nomor Peng-UMA-00253/BEI.WAS/08-2026, BEI menyatakan tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham FUJI mulai perdagangan Senin (24/8). Sementara PACK dan BDKR juga masuk dalam pengumuman UMA Bursa dengan nomor masing-masing Peng-UMA-00252/BEI.WAS/08-2026 dan Peng-UMA-00251/BEI.WAS/08-2026.

Setelah masuk radar UMA, saham FUJI tercatat mengalami tekanan. Pada perdagangan Senin (24/8), saham FUJI turun 6,59% ke level Rp340 per saham.

Meski terkoreksi hari ini, kinerja FUJI dalam sepekan masih mencatat kenaikan sekitar 65%. Dalam sebulan, saham FUJI bahkan telah terbang sekitar 70%, dari level Rp200 pada 24 Juli 2026 menjadi Rp340.

Berbeda dengan FUJI, saham PACK masih melanjutkan penguatan setelah masuk radar UMA BEI.

Saham PACK tercatat naik 6,7% ke level Rp412 per saham pada perdagangan Senin (24/8). Dalam sepekan terakhir, saham PACK telah melonjak sekitar 37,7%.

Jika dibandingkan dengan posisi Rp156 pada 24 Juli 2026, saham PACK telah terbang sekitar 100% dalam sebulan. Kenaikan tersebut membuat PACK menjadi salah satu saham yang mencuri perhatian pasar.

Sementara itu, saham BDKR bergerak melemah setelah masuk radar UMA. Saham BDKR turun 1,86% ke level Rp158 per saham pada perdagangan Senin (24/8).

Namun, secara bulanan saham BDKR masih mencatat kenaikan sekitar 8,16% dibandingkan level Rp147 pada 24 Juli 2026.

BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Bursa saat ini masih mencermati perkembangan pola transaksi saham FUJI, PACK, dan BDKR. Karena itu, investor diminta lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi.

BEI mengingatkan investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.

Investor juga diminta mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Selain itu, investor perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di kemudian hari sebelum melakukan transaksi.