back to top

RAJA Akui Hapsoro Penerima Manfaat Akhir, free float 24,85%

Emitentrust.com – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melaporkan Struktur kepemilikan saham pemegang efek per 30 Januari 2026, emiten energi dan infrastruktur ini menyebutkan Hapsoro merupakan penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham Perseroan.

Dalam laporan kepemilikan yang disampaikan RAJA kepada Bursa Efek Indonesia Jumat (6/2) disebutkan saham RAJA terkonsentrasi pada tiga pemegang saham utama. Sentosa Bersama tercatat sebagai pemilik terbesar dengan 1,49 miliar saham atau 35,25%, disusul Hapsoro dengan 1,16 miliar saham atau 27,52%, serta PT Basis Utama yang menguasai 523,17 juta saham atau 12,38%.

Secara keseluruhan, total saham beredar RAJA mencapai 4,23 miliar saham. Dari jumlah tersebut, porsi saham publik atau free float tercatat sebesar 24,85%, setara 1,05 miliar saham, dengan seluruhnya berbentuk scripless.

Menariknya, laporan ini juga mencatat lonjakan signifikan jumlah investor. Jumlah pemegang saham RAJA melonjak dari 44.167 menjadi 55.156 investor, atau bertambah 10.989 pemegang saham hanya dalam satu bulan—mengindikasikan meningkatnya atensi pasar terhadap saham RAJA.

Perseroan juga memastikan tidak memiliki saham treasuri, serta tidak terdapat kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris dalam porsi signifikan yang memengaruhi free float.

Artikel Terkait

Layar Digi Gandeng Alfamart Buka Akses Hiburan Digital

Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Data menunjukkan, hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop,

IHSG Unjuk Gigi! Ditutup Menguat 1,22% ke Level 8.031

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan dan ditutup naik signifikan pada akhir perdagangan Senin (9/2/2026). IHSG tercatat menguat 96,61 poin atau 1,22% ke level 8.031,87,

Agoes Projosasmito Pegang Kendali, Free Float AMMN 18,69%

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) kembali menegaskan kuatnya struktur pengendalian saham. Dalam Laporan Bulanan Pemegang Efek per 31 Januari 2026

Populer 7 Hari

Berita Terbaru