back to top

Rontok 90%! BEI Putuskan Setop Saham Grup Lippo (MLPT)

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk pada Jumat (27/3/2026), menyusul penurunan harga yang sangat tajam dalam beberapa periode terakhir.

Keputusan ini diambil sebagai langkah cooling down guna melindungi investor dari volatilitas ekstrem yang terjadi pada saham MLPT.

Berdasarkan data perdagangan, saham MLPT ditutup di level Rp14.450 pada Kamis (26/3/2026). Jika ditarik lebih jauh, penurunannya terbilang drastis:

MLPT Turun 19,5% dalam sepekan (dari Rp17.950), Ambles 48% dalam sebulan (dari Rp28.075) dan Anjlok 90,3% dalam enam bulan (dari Rp149.000)

Dengan kata lain, dalam setengah tahun terakhir, saham ini telah kehilangan lebih dari Rp134.550 per saham dari puncaknya.

Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari, menjelaskan bahwa suspensi dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

“Langkah ini merupakan bentuk perlindungan bagi investor agar memiliki waktu mempertimbangkan keputusan investasinya secara lebih matang,” ujarnya.

BEI juga menegaskan bahwa pelaku pasar perlu mencermati setiap keterbukaan informasi dari perseroan sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru