Saham CCSI Bergejolak, Manajemen Ungkap Aksi Korporasi yang Disiapkan
EmitenTrust.com - PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) memberikan tanggapan atas volatilitas atau pergerakan abnormal saham perseroan yang menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya fakta atau informasi material yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal.
Tanggapan tersebut disampaikan CCSI untuk merespons permintaan konfirmasi BEI melalui surat nomor S-11907/BEI.PP1/09-2026. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin (14/9/2026), Sekretaris Perusahaan CCSI Giovano Matindas Sumakul menyampaikan penjelasan terkait kondisi tersebut.
Menurut manajemen, perseroan tidak memiliki informasi material yang belum disampaikan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga saham CCSI. Pernyataan tersebut mengacu pada POJK Nomor 31/POJK.04/2015 serta Peraturan BEI Nomor I-E tentang Keterbukaan Informasi.
CCSI juga menyatakan tidak terdapat aktivitas yang terindikasi dilakukan oleh pemegang saham tertentu yang melanggar ketentuan mengenai pelaporan kepemilikan saham.
“Perseroan tidak memiliki agenda aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam waktu dekat, setidaknya dalam 3 bulan mendatang,” ujar Giovano dalam surat resminya.
Meski demikian, manajemen mengungkapkan bahwa perseroan tengah mempersiapkan aksi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Rencana tersebut sebelumnya telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
CCSI sebelumnya telah mengumumkan rencana penerbitan sebanyak-banyaknya 474.774.774 saham baru. Jumlah tersebut setara sekitar 35,61% dari total saham yang beredar pada saat pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham, sama dengan nilai nominal saham yang telah diterbitkan sebelumnya. Aksi korporasi tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan sekaligus membuka peluang partisipasi investor lokal maupun asing.
Dari sisi penggunaan dana, dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk pengembangan usaha dan modal kerja, baik di tingkat perseroan maupun entitas anak.
Rencana tersebut juga memiliki potensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru. Perseroan memperkirakan persentase kepemilikan pemegang saham dapat terdilusi dalam rentang maksimum 2,20% hingga 9,27%.
Adapun ketentuan final mengenai harga pelaksanaan dan jumlah pasti saham baru akan disampaikan lebih lanjut melalui prospektus. Sebelumnya, rencana penambahan modal tersebut dijadwalkan untuk meminta persetujuan dalam RUPSLB pada 17 Juni 2026.
Di luar rencana rights issue, manajemen CCSI memastikan tidak terdapat fakta penting lain yang diketahui perseroan yang dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perusahaan. Pemegang saham utama dan pengendali juga disebut tidak memiliki rencana untuk mengubah porsi kepemilikannya dalam waktu dekat.