back to top

Saham Terbang Ratusan Persen Masih Ngegas Usai Suspensi

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali suspensi perdagangan saham PT Nusantara Almazia Tbk (IDX: NZIA) di seluruh pasar mulai Selasa, 10 Februari 2026.

Sebelumnya, BEI melakukan suspensi sementara pada 9 Februari 2026 menyusul lonjakan harga kumulatif yang signifikan, sebagai langkah perlindungan bagi investor.

Setelah suspensi dibuka, saham NZIA langsung melesat. Pada penutupan perdagangan sesi I, saham NZIA menguat 21,77% atau naik 54 poin ke level Rp302 per saham. Sepanjang sesi I, saham NZIA bergerak di rentang Rp286–Rp308, dengan volume transaksi mencapai 809.712 lot dan nilai transaksi sekitar Rp23,8 miliar.

NZIA dalam sepekan terakhir terbang 196 persen dari harga Rp102 pada 4 Februari 2026. dalam sebulan 162 persen dari harga Rp115 pada 12 Januari 2026. Dalam enam bulan melesat 211 persen dari harga Rp97 pada 11 Agustus 2025.

Bursa sebelumnya juga mengimbau seluruh pihak terkait untuk selalu mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan, seiring dengan volatilitas harga saham NZIA yang tinggi.

NZIA mencatatkan sahamnya di BEI (IPO) pada 25 September 2019 sebanyak 461.538.000 Saham atau sebesar 21% dari modal disetor penuh pada harga perdana Rp220. Dana yang diraup dari IPO ini sebesar Rp101.538.360.000 dan bertindak sebagai Penjamin Emisi Utama PT. Sinarmas Sekuritas.

PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) bergerak di bidang pengembangan properti dan saat ini fokus mengembangkan kawasan di Kota Tangerang dan Kabupaten Karawang. Didirikan pada 26 November 2007, Perseroan mengembangkan properti residensial dengan fokus pada perumahan kelas menengah ke bawah, apartemen, dan pengembang kawasan.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru