TBS Energi (TOBA) Endapkan Rp152M Dana Obligasi, Bunga 6,2%

TBS Energi (TOBA) Endapkan Rp152M Dana Obligasi, Bunga 6,2%
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengoreksi laporan penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026. Dari dana bersih hasil penerbitan obligasi sebesar Rp172,6 miliar, perseroan baru merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp20,57 miliar hingga laporan tersebut disampaikan.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengoreksi laporan penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026. Dari dana bersih hasil penerbitan obligasi sebesar Rp172,6 miliar, perseroan baru merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp20,57 miliar hingga laporan tersebut disampaikan.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (29/9), koreksi tersebut disampaikan melalui surat No.212/TBS/IX/2026. Surat tersebut mengoreksi laporan sebelumnya bernomor No.168/TBS/VII/2026 tanggal 28 Juli 2026 mengenai laporan penggunaan dana hasil penawaran umum.

Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 memiliki tanggal efektif 30 Juni 2025. Perseroan memperoleh hasil penawaran umum sebesar Rp175 miliar dengan biaya penawaran umum Rp2,4 miliar, sehingga hasil realisasi bersih yang diperoleh mencapai Rp172,6 miliar.

Sesuai prospektus, seluruh dana hasil penawaran umum tersebut dialokasikan untuk modal kerja perseroan. Namun, hingga periode pelaporan, realisasi penggunaan dana baru mencapai Rp20,57 miliar atau sekitar 11,9% dari hasil bersih penawaran umum.

Dengan demikian, masih terdapat sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp152,03 miliar.

Perseroan menyatakan sisa dana tersebut ditempatkan dalam tabungan pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dengan tingkat bunga sebesar 6,2%. Penempatan dana tersebut dilakukan pada pihak ketiga dan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.

Sementara itu, dari total penggunaan dana yang telah direalisasikan sebesar Rp20,57 miliar, seluruhnya digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan.

Dalam laporan rincian biaya penawaran umum, TOBA mencatat sejumlah biaya yang terkait dengan penerbitan obligasi. Di antaranya biaya jasa penjaminan emisi sebesar Rp97 juta, jasa penyelenggaraan Rp680 juta, jasa penjualan Rp97 juta, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp982 juta, serta biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi sebesar Rp544 juta.