EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

TOTL Catat Laba Melejit 52%, Pendapatan Tembus Rp3,51T per September

Oleh Komarudin 27 Oct 2026 11:36 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan laba bersih sebesar Rp448,70 miliar hingga kuartal III-2026, meningkat 51,99% dibandingkan Rp295,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ditopang kenaikan pendapatan usaha dan kontribusi laba proyek ventura bersama.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, pendapatan usaha TOTL mencapai Rp3,51 triliun, naik 26,10% dibandingkan Rp2,79 triliun pada periode Januari-September 2025.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp2,86 triliun dari Rp2,23 triliun, atau tumbuh 28,06%. Meski beban pokok naik lebih tinggi daripada pendapatan, laba kotor perseroan tetap meningkat 18,25% menjadi Rp654,43 miliar dari Rp553,41 miliar.

Kinerja TOTL turut ditopang laba proyek ventura bersama yang melonjak menjadi Rp162,37 miliar, dibandingkan Rp21,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dengan tambahan kontribusi tersebut, laba kotor setelah laba proyek ventura bersama mencapai Rp816,80 miliar, naik 42,08% dari Rp574,89 miliar.

Dari sisi beban, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp247,49 miliar dari Rp196,04 miliar. Sementara itu, beban lain-lain turun menjadi Rp95,05 miliar dari Rp124,57 miliar.

Perseroan juga mencatat pendapatan lain-lain sebesar Rp69,13 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp115,64 miliar pada periode sebelumnya. Adapun beban pajak final naik menjadi Rp92,35 miliar dari Rp72,55 miliar.

Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan dan kontribusi ventura bersama, laba sebelum pajak penghasilan meningkat 51,64% menjadi Rp451,04 miliar dari Rp297,38 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan kini sebesar Rp2,34 miliar, laba periode berjalan TOTL mencapai Rp448,70 miliar. Dari jumlah tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp448,62 miliar, naik dari Rp295,25 miliar pada periode yang sama 2025.

Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp131,56, dibandingkan Rp86,58 pada periode sebelumnya.


Dari sisi neraca, total aset TOTL per 30 September 2026 mencapai Rp4,32 triliun, meningkat 6,73% dibandingkan Rp4,04 triliun pada 31 Desember 2025.

Total aset lancar tercatat Rp3,17 triliun, naik dari Rp3,06 triliun. Sementara itu, aset tidak lancar meningkat menjadi Rp1,14 triliun dari Rp984,17 miliar.

Piutang retensi pihak ketiga naik menjadi Rp507,37 miliar dari Rp367,88 miliar. Aset kontrak juga meningkat menjadi Rp630,14 miliar dari Rp551,78 miliar. Kedua pos tersebut merupakan bagian dari aset yang berkaitan dengan aktivitas proyek konstruksi.

Di sisi lain, kas dan setara kas turun menjadi Rp860,19 miliar dari Rp1,10 triliun pada akhir 2025, atau menyusut sekitar 21,78%.

Total liabilitas perseroan meningkat 7,28% menjadi Rp2,91 triliun dari Rp2,71 triliun. Sementara itu, total ekuitas naik 5,62% menjadi Rp1,40 triliun dari Rp1,33 triliun.

Dalam sembilan bulan pertama 2026, TOTL membayarkan dividen tunai sebesar Rp375,10 miliar, meningkat 46,67% dibandingkan Rp255,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pembayaran dividen tersebut membuat arus kas bersih dari aktivitas pendanaan tercatat negatif Rp374,01 miliar. Meski demikian, arus kas bersih dari aktivitas operasi masih positif Rp127,40 miliar, meskipun turun dibandingkan Rp440,59 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas investasi tercatat positif Rp2,80 miliar, berbalik dari arus kas negatif Rp60,08 miliar pada periode pembanding.

Topik terkait
TOTL PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) kontraktor gedung laba bersih diatribusikan kuartal III-2026