TPIA Dapat Sinyal Positif, Kilang Minyak Jadi Mesin Pertumbuhan

TPIA Dapat Sinyal Positif, Kilang Minyak Jadi Mesin Pertumbuhan
Pabrik milik TPIA
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mempertahankan peringkat idAA- untuk PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan obligasi yang masih beredar. Namun, lembaga pemeringkat tersebut merevisi prospek peringkat perusahaan menjadi positif dari sebelumnya stabil.

Revisi prospek tersebut mencerminkan ekspektasi PEFINDO terhadap kinerja pendapatan dan EBITDA TPIA yang diperkirakan lebih stabil dalam jangka pendek. Stabilitas tersebut terutama ditopang oleh bisnis kilang minyak, solusi mobilitas, dan infrastruktur.

Harga minyak mentah yang berada pada level tinggi sepanjang semester I 2026 turut memberikan dampak positif terhadap bisnis kilang minyak TPIA. Kondisi tersebut menjadikan bisnis kilang sebagai salah satu pendorong utama peningkatan pendapatan sekaligus margin keuntungan perseroan.

PEFINDO menilai TPIA memiliki posisi terdepan dalam industri energi, kimia, dan infrastruktur. Kekuatan tersebut didukung sinergi dengan mitra strategis, integrasi vertikal kegiatan usaha, serta fasilitas pendukung yang dinilai memadai.

Selain itu, likuiditas dan fleksibilitas keuangan TPIA juga menjadi faktor yang mendukung peringkat perusahaan.

Meski demikian, peringkat TPIA masih dibatasi oleh struktur permodalan dan kebijakan keuangan yang dinilai moderat. Perseroan juga tetap menghadapi sensitivitas terhadap siklus industri kimia.

PEFINDO membuka peluang kenaikan peringkat TPIA apabila perseroan mampu mempertahankan profil keuangannya ketika harga minyak mentah kembali ke tingkat normal.

Prospek positif tersebut akan semakin kuat apabila bisnis solusi mobilitas dan infrastruktur mampu memberikan margin keuntungan yang lebih stabil.

Salah satu faktor yang telah memperkuat diversifikasi bisnis TPIA adalah konsolidasi jaringan stasiun bahan bakar ESSO sejak 1 Januari 2026.

Selain itu, rencana transaksi Cycle & Carriage (C&C) serta pengembangan proyek Chlor-Alkali and Ethylene Dichloride (CA-EDC) berpotensi semakin memperkuat profil bisnis dan keuangan perseroan.

Namun, PEFINDO juga memberikan sejumlah catatan risiko. Prospek dapat kembali direvisi menjadi stabil apabila pendapatan dan EBITDA TPIA berada di bawah proyeksi sehingga menyebabkan profil keuangan melemah.

Tekanan terhadap peringkat juga dapat muncul apabila fleksibilitas keuangan perseroan memburuk. Kondisi tersebut dapat tercermin dari semakin rendahnya porsi fasilitas pinjaman yang berasal dari bank-bank bereputasi tinggi.

Selain itu, ekspansi yang dibiayai dengan utang lebih tinggi dari proyeksi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap profil keuangan TPIA.

TPIA merupakan perusahaan yang bergerak di sektor kilang minyak, petrokimia, dan infrastruktur dengan aset yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Basis aset perseroan mencakup kilang minyak, kompleks ethylene cracker, kompleks kimia midstream dan hilir, serta jaringan SPBU di Singapura.

TPIA juga memiliki 60% saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), perusahaan infrastruktur yang bergerak di bidang pembangkit listrik, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik darat dan maritim.

Dari sisi kepemilikan, per 30 Juni 2026 saham TPIA dimiliki oleh PT Barito Pacific Tbk sebesar 34,63%, SCG Chemicals Public Company Limited 15,71%, PT Top Investment Indonesia 15%, Prajogo Pangestu 5,03%, Marigold Resources Pte. Ltd. 3,92%, Erwin Ciputra 0,17%, serta publik 25,54%.