back to top

TRUK Langsung ARA Usai Diborong Pentolan CBRE

Emitentrust.com – Pergerakan besar terjadi di saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK). Jajaran manajemen dari PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) kompak masuk dan memborong saham, mendorong total kepemilikan terafiliasi hingga 35%.

Berdasarkan keterbukaan informasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aksi terbaru ini melibatkan sejumlah petinggi CBRE.

Suminto Husin Giman selaku Direktur Utama CBRE bersama Suganto Gunawan (Komisaris CBRE) masing-masing mengakuisisi 5% saham TRUK.

Tak ketinggalan, Suwito—Komisaris CBRE yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT)—turut masuk dengan membeli 21,75 juta saham atau setara 5% kepemilikan.

Seluruh transaksi dilakukan pada 7 April 2026 di harga Rp198 per saham dengan tujuan investasi.

Masuknya para petinggi ini melanjutkan langkah sebelumnya. Entitas afiliasi CBRE, PT Catur Dharma Anugerah Surya, telah lebih dulu mengakuisisi 87 juta saham atau 20% TRUK pada November 2025 dengan nilai transaksi sekitar Rp8,7 miliar.

Dengan tambahan pembelian dari jajaran manajemen, total kepemilikan terafiliasi CBRE kini mencapai sekitar 35%.

Menariknya, aksi borong ini terjadi di tengah divestasi pemegang saham lama. PT Guna Makmur Raya tercatat menurunkan kepemilikan dari 40,17% menjadi 25,2%.

Meski demikian, struktur pengendali dan free float tidak mengalami perubahan signifikan.

Masuknya nama-nama besar dari CBRE dinilai sebagai sinyal kuat terhadap prospek bisnis TRUK, terutama di tengah pertumbuhan sektor transportasi dan logistik nasional.

Dengan latar belakang investor yang kuat di sektor energi, logistik, dan investasi, pasar melihat adanya potensi sinergi strategis yang bisa mendorong ekspansi dan kinerja operasional TRUK ke depan.

Hingga perdagangan Rabu (8/4/2026), saham TRUK melonjak 24,79% atau mentok ARA ke level Rp292.

Lonjakan ini mencerminkan optimisme investor terhadap masuknya pemegang saham strategis baru yang terafiliasi dengan CBRE.

Artikel Terkait

Kinerja Moncer 2025, Saham BBCA Diprediksi Ngebut

Analis pasar modal memproyeksikan bahwa saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan kembali menguat setelah mengalami penurunan cukup signifikan sejak awal tahun 2026.

Dapat Restu Right Issue, Saham RMKO Melejit ARA

Emiten jasa pertambangan, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini Rabu (8/4).

Publik Kuasai 66%, Siapa Tan Heng Lok Penerima Manfaat Akhir MKNT?

Porsi saham publik (free float) PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk melonjak dominan hingga 66,11%, menjadikannya salah satu emiten dengan distribusi saham paling luas di pasar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru