UVCR Siapkan Private Placement 200 Juta Saham, Dilusi Capai 9,09%

UVCR Siapkan Private Placement 200 Juta Saham, Dilusi Capai 9,09%
PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) berencana menerbitkan maksimal 200 juta saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi tersebut setara dengan maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sebelum pelaksanaan.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) berencana menerbitkan maksimal 200 juta saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi tersebut setara dengan maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sebelum pelaksanaan.

Rencana aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 27 Oktober 2026. UVCR menargetkan pelaksanaan PMTHMETD sekitar 3–6 bulan setelah RUPSLB, dengan batas waktu maksimal dua tahun sejak tanggal rapat.

Berdasarkan posisi modal per 31 Agustus 2026, UVCR memiliki 2.000.144.838 saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Jika seluruh 200 juta saham baru diterbitkan, jumlah saham perseroan akan meningkat menjadi 2.200.144.838 saham.

Untuk kebutuhan penyusunan proforma, UVCR menggunakan asumsi harga pelaksanaan Rp135 per saham. Dengan asumsi tersebut, dana bruto yang berpotensi dihimpun mencapai sekitar Rp27 miliar.

Namun, perseroan menegaskan bahwa Rp135 per saham tersebut masih merupakan harga asumsi, bukan harga pelaksanaan final. Harga pelaksanaan nantinya akan mengikuti ketentuan Bursa Efek Indonesia yang berlaku.

Dana hasil aksi korporasi, setelah dikurangi biaya pelaksanaan, akan digunakan untuk memperkuat modal kerja dan pengembangan usaha. Penggunaannya antara lain untuk kebutuhan operasional perdagangan voucher digital dan layanan teknologi, pengembangan produk serta kapasitas operasional, hingga kegiatan pemasaran dan perluasan pasar.

UVCR juga akan mengalokasikan dana untuk kegiatan promosi, akuisisi dan retensi pelanggan, serta memperkuat hubungan dengan merchant dan mitra usaha.

Dari sisi struktur kepemilikan, penerbitan 200 juta saham baru berpotensi menyebabkan dilusi terhadap pemegang saham lama. Dengan asumsi pemegang saham eksisting tidak mengambil bagian dalam penerbitan tersebut, tingkat dilusi maksimum terhadap jumlah saham setelah PMTHMETD diperkirakan sekitar 9,09%.

Perseroan menyatakan jumlah saham baru yang diterbitkan dapat lebih rendah dari jumlah maksimal tersebut, tergantung pada pelaksanaan PMTHMETD dan kondisi yang berlaku saat aksi korporasi dilakukan.

 Pada perdagangan Selasa (22/9) saham UVCR turun 8,51 persen ke level Rp172.