WIKA Beton (WTON) Garap Penanganan Longsor Tol Cisumdawu Senilai Rp334M
EmitenTrust.com - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menggarap proyek penanganan longsor dan pergerakan tanah di Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Jawa Barat.
Proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp334 miliar tersebut telah berjalan sejak Oktober 2025 dan ditujukan untuk memperkuat struktur tanah sekaligus menjaga kelancaran konektivitas di salah satu ruas tol strategis Jawa Barat.
Pekerjaan WIKA Beton difokuskan pada sejumlah titik yang mengalami persoalan pergerakan tanah, antara lain Seksi 2, akses Gerbang Tol Pamulihan, KM 170+100 Jalur A, serta KM 177 Bojongtotor dan KM 178 Mulyasari di Jalur B.
Perusahaan menyebut pengerjaan di sejumlah titik tersebut berpotensi terus berkembang seiring rencana penambahan ruang lingkup pekerjaan di masa mendatang.
Pada titik Bojongtotor KM 177, pekerjaan mencakup pembangunan fondasi tiang bor atau borepile berdiameter 1.500 milimeter dengan kedalaman mencapai 50 meter.
Pekerjaan tersebut dilengkapi dengan capping beam, pemasangan ground anchor dan shotcrete pada lereng, serta perbaikan badan jalan utama.
Sementara itu, penanganan di Mulyasari KM 178 meliputi pemasangan borepile berdiameter 1.500 milimeter dengan kedalaman 40 meter, capping beam, hingga penataan kembali elevasi tanah atau regrading.
Berbagai pekerjaan tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur tanah dan mengembalikan fungsi jalan sehingga keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
Jalan Tol Cisumdawu sendiri menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung konektivitas wilayah Jawa Barat. Kehadiran ruas tol tersebut turut memangkas waktu tempuh perjalanan Bandung menuju Cirebon dan wilayah sekitarnya.
Corporate Secretary WIKA Beton, Ignatius Harry, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga mobilitas masyarakat.
“Keterlibatan kami pada proyek memprioritaskan perbaikan yang cepat dan tepat, dengan tetap menjaga kenyamanan dan keamanan setiap pengguna jalan,” ujar Harry.
Menurut dia, pelaksanaan pekerjaan juga didukung kemampuan WIKA Beton dalam mengerjakan pekerjaan jasa melalui keberadaan Concrete Service Unit (CSU).
Harry berharap penanganan tersebut dapat membuat Jalan Tol Cisumdawu kembali berfungsi secara optimal dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Melalui proyek ini, WIKA Beton menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi infrastruktur yang mendukung konektivitas yang aman dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN, WIKA Beton juga menyatakan akan terus mengembangkan kapabilitasnya di sektor infrastruktur sembari menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.