Emitentrust.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang 2025 kian tertekan. Emiten konstruksi pelat merah ini mencatat rugi bersih sebesar Rp10,13 triliun, atau melonjak tajam sekitar 303% dibandingkan rugi Rp2,51 triliun pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Minggu (5/4) disebutkan, WIKA membukukan pendapatan sebesar Rp13,33 triliun, turun sekitar 30,8% dari Rp19,24 triliun pada tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan turut menyeret laba bruto yang turun menjadi Rp1,13 triliun dari sebelumnya Rp1,52 triliun. Bahkan, kinerja operasional berbalik merugi dengan rugi usaha mencapai Rp5,41 triliun, dari posisi laba usaha Rp1,99 triliun pada 2024.
Tekanan terbesar datang dari lonjakan beban lain-lain yang membengkak menjadi Rp6,37 triliun, serta beban keuangan yang masih tinggi sebesar Rp2,97 triliun. Selain itu, kontribusi negatif juga berasal dari rugi ventura bersama sebesar Rp1,44 triliun dan rugi entitas asosiasi Rp52,6 miliar.
Dari sisi neraca, total aset WIKA menyusut signifikan menjadi Rp50,15 triliun dari Rp63,47 triliun. Sementara itu, liabilitas masih tinggi di level Rp48,46 triliun, meski turun dari Rp51,59 triliun.
Yang paling mencolok, ekuitas perseroan anjlok drastis hingga 85,8% menjadi hanya Rp1,69 triliun, dari sebelumnya Rp11,87 triliun. Defisit pun membengkak menjadi Rp19,29 triliun.
Dari sisi arus kas, aktivitas operasi tercatat negatif Rp348 miliar, berbalik dari posisi positif pada tahun sebelumnya. Sementara kas dan setara kas turun menjadi Rp2,75 triliun dari Rp3,36 triliun.


