back to top

IHSG Ditutup Menguat 1,18%, Dua Sektor Ini Penopanganya

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada akhir perdagangan Jumat (30/1/2026). IHSG naik 97,40 poin atau 1,18% ke level 8.329,60, didorong penguatan mayoritas sektor dan aksi beli yang kembali masuk ke pasar saham domestik.

Dari sisi sektoral, delapan indeks sektoral berhasil bertahan di zona hijau dan menjadi penopang utama laju IHSG. Sektor transportasi mencatatkan kenaikan tertinggi dengan lonjakan 6,14%, diikuti sektor keuangan yang menguat 3,05%, serta sektor barang konsumen non-siklikal yang naik 1,97%.

Sementara itu, tiga sektor lainnya masih bergerak di zona merah. Sektor barang konsumen siklikal melemah 1,46%, disusul sektor infrastruktur yang turun 1,16%, dan sektor perindustrian yang terkoreksi 1,10%.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Total volume transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 57,21 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp40,83 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 551 saham menguat, 194 saham melemah, dan 65 saham tercatat stagnan.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, penguatan dipimpin oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang melesat 14,04%. Disusul PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang menguat 8,25% dan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik 6,76%.

Sebaliknya, tekanan jual masih membebani sejumlah saham LQ45. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) tercatat turun 5,48%, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang melemah 2,78%, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang turun 2,55%.

Artikel Terkait

Grab Ungkap Perkuat Komitmen Superbank (SUPA) Pasca Jadi Pemegang Saham Mayoritas

Emitentrust.com - Grab resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang...

Bakrie Kalila Serap Private Placement ENRG Harga Rp1.550 per Lembar

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan sebanyak 218,31

16 Emiten Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Ada Yield Tembus 12,5%

Sebanyak 16 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum dividen sepanjang 8 hingga 12 Juni 2026. Momentum ini menjadi kesempatan bagi investor untuk mengamankan pendapatan pasif

Populer 7 Hari

Berita Terbaru