back to top

IHSG Nyaris Stagnan di Sesi I, MBMA, ADRO, MDKA Justru Ngebut

Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan sesi pertama, Selasa (13/1/2026). IHSG turun 0,10 poin atau nyaris stagnan (0,00%) ke level 8.884,62.

Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan dari sejumlah indeks sektoral. Sektor dengan penurunan terdalam adalah sektor barang konsumen non-primer yang ambles 1,90% hingga sesi pertama berakhir.

Selanjutnya, sektor energi melemah 1,18%, sektor transportasi dan logistik turun 0,66%, sektor infrastruktur terkoreksi 0,21%, serta sektor teknologi yang melemah tipis 0,08%.

Di sisi lain, sektor perindustrian menjadi penopang utama IHSG setelah menguat 2,53% pada sesi pertama. Disusul sektor barang baku yang naik 1,02%.

Sektor lainnya yang turut menguat adalah sektor barang konsumen primer yang naik 0,65%, sektor properti dan real estat menguat 0,42%, sektor keuangan naik 0,33%, serta sektor kesehatan yang menguat 0,29%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 39,45 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp19,31 triliun. Sebanyak 359 saham menguat, 313 saham melemah, dan 132 saham stagnan.

Pada jajaran saham penguat, SINI melonjak Rp1.300 menjadi Rp14.500 per saham. MLPT naik Rp1.825 ke level Rp64.025 per saham, sementara SOTS menguat Rp800 menjadi Rp4.020 per saham.

Sementara itu, saham yang melemah antara lain POLU yang turun Rp3.575 ke Rp23.125 per saham, GGRM terkoreksi Rp550 menjadi Rp15.450 per saham, serta RAJA yang turun Rp550 ke level Rp6.600 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 188.402 kali transaksi senilai Rp2,02 triliun. Disusul BKSL sebanyak 93.143 kali transaksi senilai Rp541 miliar, serta DEWA dengan 88.265 kali transaksi senilai Rp821,1 miliar.

Pada indeks LQ45, saham Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi top loser setelah turun 5,05%. Disusul Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 4,17%, serta Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang turun 2,61%.

Sementara itu, top gainer LQ45 ditempati oleh Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang melonjak 9,23%, diikuti Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang naik 7,44%, serta Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 5,88%.

Artikel Terkait

ADRO Jadwalkan Pembagian Dividen Tunai, Cum 27 April 2026

Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Emiten tambang ini resmi membagikan dividen tunai sebesar USD197,5 juta untuk tahun buku 2025.

Market Cap BEI Melonjak 7,18%, Tembus Rp13.189T Dalam Sepekan

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan perdagangan periode 13—17 April 2026 mencatat Kapitalisasi pasar melonjak 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari sebelumnya Rp12.305 triliun.

BEI Layangkan Surat ke Emiten Grup Bakrie (DEWA)

Bursa Efek Indinesia (BEI) melayangkan surat ke Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait kabar rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya PT Gayo Mineral Resources (GMR),

Populer 7 Hari

Berita Terbaru