back to top

Grup Sinarmas (DSSA) Minta Restu Stock Split 1:25

Emitentrust.com – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) emiten grup Sinarmas menyampaikan akan melakukan stock split rasio 1:25, guna membuat harga sahamnya lebih terjangkau dan meningkatkan likuiditas perdagangan.

Susan Chandra Corporate Secretary DSSA dalam keterangannya Jumat (30/1) mengungkapkan rencana stock split ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Rabu, 11 Maret 2026.

Manajemen menjelaskan bahwa harga saham Perseroan saat ini tergolong tinggi, sehingga nilai pembelian minimal 1 lot saham hanya dapat dijangkau oleh sebagian kecil investor. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya likuiditas saham di pasar.

DSSA berharap Melalui stock split, harga saham menjadi lebih terjangkau, basis investor semakin luas, jumlah pemegang saham bertambah, serta volume dan likuiditas perdagangan meningkat.

Tak hanya itu, aksi korporasi ini juga diharapkan dapat menciptakan persepsi positif terhadap prospek dan kinerja Perseroan ke depan.

Berikut rincian rencana stock split yang akan dilakukan:

Rasio stock split: 1 : 25

Jumlah saham sebelum stock split: 7,7 miliar saham

Jumlah saham setelah stock split: 192,6 miliar saham

Nilai nominal saham sebelum stock split Rp25 per saham sedangkan setelah stock split menjadi Rp1 per saham

Aksi ini tidak mengubah nilai kepemilikan pemegang saham, karena penyesuaian dilakukan secara proporsional sesuai rasio stock split.

Perseroan juga telah mengantongi persetujuan prinsip dari BEI melalui surat tertanggal 20 Januari 2026, sesuai dengan ketentuan POJK 15/2022.

Adapun perkiraan jadwal pelaksanaan

RUPSLB: 11 Maret 2026

Akhir perdagangan saham dengan nominal lama: 6 April 2026

Mulai perdagangan saham dengan nominal baru: 7 April 2026

Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 13 Februari 2026.

Manajemen menegaskan, hingga saat ini tidak ada rencana aksi korporasi lain yang dapat memengaruhi struktur permodalan Perseroan dalam enam bulan setelah pelaksanaan stock split.

Direksi dan Dewan Komisaris juga menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran informasi yang disampaikan dan memastikan tidak ada fakta material yang disembunyikan.

Pada perdagangan hari ini Jumat (30/1) saham DSSA naik 2,13 persen ke level Rp96.000.

Artikel Terkait

BEI Kuliti Rights Issue Jumbo CBRE Rp1,9T

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) akhirnya angkat bicara setelah mendapat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia terkait rencana aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue.

Investor Domestik Dominan, Transaksi BEI Melonjak di Tengah Net Sell Asing

Emitentrust.com - Data perdagangan saham di PT Bursa Efek...

Strategi Investasi Direksi KEJU: Borong Saham Enam Kali dalam Sepekan

Emitentrust.com - Anggota Direksi PT Mulia Boga Raya Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru