back to top

Haiyanto Beruntun Lepas Belasan Juta Lembar, INAI Langsung ARB

Emitentrust.com- Emitentrust.com- Salah satu investor saham, Haiyanto, dilaporkan melakukan serangkaian transaksi divestasi atas saham PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI) yang berdampak pada penurunan signifikan porsi kepemilikannya.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan pada 2 Februari 2026, rangkaian transaksi tersebut berlangsung dalam periode 22 hingga 27 Januari 2026.

Selama periode tersebut, Haiyanto tercatat melakukan 11 kali transaksi penjualan saham INAI dengan rentang harga Rp266 hingga Rp306 per saham. Penjualan terbesar terjadi pada:

22 Januari 2026 sebanyak 6.717.400 lembar saham di harga Rp290, dan

27 Januari 2026 sebanyak 3.029.100 lembar saham di harga Rp292.

Di tengah aksi divestasi tersebut, Haiyanto juga sempat melakukan pembelian kembali sebanyak 6.484.300 lembar saham pada 22 Januari 2026 di harga Rp214 per saham.

Sebagai dampak dari aktivitas jual-beli tersebut, kepemilikan saham Haiyanto di INAI menyusut bersih sebanyak 6.661.300 lembar saham.

Sebelum transaksi, Haiyanto tercatat menggenggam 63.426.400 lembar saham atau setara dengan 10,01%. Setelah rangkaian transaksi tersebut, kepemilikannya turun menjadi 56.765.100 lembar saham atau setara dengan 8,96% dari total saham beredar.

Pada perdagangan hari ini Senin (2/2) saham INAI anjlok hingga ARB atau turun 14,7 persen ke level Rp191.

Artikel Terkait

BCA (BBCA) Diborong Direksi Saat Turun, Sinyal Harga Mau Terbang?

Aksi pembelian saham oleh jajaran manajemen PT Bank Central Asia Tbk tengah menjadi sorotan pasar pada awal 2026. Di tengah volatilitas pasar

4 Saham Cum Dividen Pekan Depan, Ada Yield Tembus 12%!

Empat emiten papan atas hingga menengah di Bursa Efek Indonesia resmi memasuki periode cum dividen pada 20–23 April 2026.

BEI Kuliti Rights Issue Jumbo CBRE Rp1,9T

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) akhirnya angkat bicara setelah mendapat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia terkait rencana aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru