back to top

Tak Punya Pengendali, CARS Minta Arahan ke BEI

Emitentrust.com – PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) menyampaikan tanggapan resmi atas Permintaan Penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait belum diungkapkannya Pemilik Manfaat tingkat perorangan atau pengendali.

Dalam surat tanggapan kepada BEI yang merujuk surat elektronik No. S-01784/BEI.PP1/02-2026 tertanggal 4 Februari 2026, manajemen Perseroan menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan tidak adanya pemegang saham pengendali pasca penurunan kepemilikan pengendali sebelumnya, PT ANS.

Corporate Secretary Bintraco Dharma, Lina M. Ibrahim, menyampaikan bahwa Perseroan telah melakukan berbagai tindakan administratif, termasuk keterbukaan informasi atas penurunan kepemilikan saham PT ANS, sebagaimana telah dijelaskan dalam surat tanggapan Perseroan tertanggal 7 September 2023.

” Sejak April 2022, pihaknya telah mengirimkan surat kepada sejumlah pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih untuk mengonfirmasi kesediaan menjadi pemegang saham pengendali. Namun hingga saat ini, tidak ada pihak yang bersedia menjadi pengendali Perseroan,” jawab Lina ke BEI Jumat (6/2).

Kondisi tersebut, lanjut manajemen, menimbulkan sejumlah keterbatasan, antara lain:

” Perseroan tidak memiliki kewenangan menunjuk pemegang saham pengendali, dan Perseroan tidak memiliki kewenangan memaksa pemegang saham untuk menyampaikan informasi Pemilik Manfaat tingkat perorangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa No. I-E “, jelas Lina

Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan menyatakan telah meminta petunjuk dan arahan dari BEI, termasuk kemungkinan konsekuensi bagi pemegang saham, agar dapat dijadikan dasar penyampaian kepada para pemegang saham Perseroan.

Terkait pertanyaan kedua dari BEI, manajemen menegaskan bahwa hingga saat ini Perseroan belum memiliki informasi Pemilik Manfaat tingkat perorangan yang dapat disampaikan kepada Bursa.

Artikel Terkait

Properti Masih On The Track, Pasar Rumah Second Jadi Kunci

Pasar properti nasional pada tahun ini diproyeksikan tetap berada di jalur positif seiring meningkatnya tren penjualan rumah second atau pasar sekunder di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi momentum baru

Jelang Rights Issue, Penguatan Dollar Jadi Angin Segar CBRE

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai menjadi sentimen positif bagi emiten perkapalan dan logistik energi yang memiliki pendapatan berbasis dolar AS.

IHSG Ditutup Ambruk Lagi, 10 Sektor Rontok!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026). IHSG anjlok 228,56 poin atau 3,46% ke level 6.370,67

Populer 7 Hari

Berita Terbaru