back to top

IHSG Berbalik Hijau di Sesi I, Sektor Energi Penyelamat

Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses bertahan di zona hijau meski sempat tergelincir ke area merah pada sesi pertama perdagangan, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG ditutup menguat tipis 2,71 poin atau 0,03% ke level 8.019,54 pada akhir sesi I. Pergerakan ini menunjukkan daya tahan pasar di tengah tekanan sektoral yang masih membayangi.

Lima sektor menjadi penopang utama laju indeks. Sektor energi memimpin dengan kenaikan 1,46%, disusul perindustrian 0,99%, barang konsumen primer 0,91%, transportasi 0,11% dan keuangan 0,04%.

Sebaliknya, enam sektor lainnya masih tertekan. Barang baku turun 1,78%, teknologi 0,56%, infrastruktur 0,49%, properti dan real estate 0,20%, barang konsumen non primer 0,19% dan kesehatan 0,13%.

Total volume perdagangan mencapai 27,93 miliar saham dengan nilai transaksi Rp18,22 triliun. Sebanyak 374 saham menguat, 307 melemah dan 132 stagnan.

Di jajaran top gainers LQ45, saham Bukit Asam Tbk (PTBA) melesat 6,91% ke Rp2.940 per saham. Disusul Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 5,30% ke Rp10.425 dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 4,22% ke Rp2.470.

Sementara itu, top losers LQ45 ditempati Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) turun 5,88% ke Rp1.360, Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 5,33% ke Rp2.130, serta Vale Indonesia Tbk (INCO) terkoreksi 4,78% ke Rp6.975.

Saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan 100.443 kali transaksi senilai Rp485 miliar, diikuti Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 64.305 kali senilai Rp684 miliar dan Energi Mega Persada Tbk (ENRG) 54.916 kali senilai Rp609 miliar.

Meski penguatan tipis, ketahanan IHSG di atas level 8.000 menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih menjaga optimisme, terutama pada sektor energi yang kembali mencuri perhatian.

Artikel Terkait

IHSG Rontok 4,57%! Saham LQ45 Nyaris Tak Tersisa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026) merosot tajam 362,70 poin atau 4,57% ke level 7.577,06. Tekanan jual terjadi merata dan menyeret seluruh indeks sektoral

Digeledah OJK & Bareskrim Mirae Asset Tegaskan Operasional Normal

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengonfirmasi telah menerima kunjungan dari pihak Bareskrim dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka klarifikasi serta pengumpulan informasi.

OJK Geledah Kantor Mirae Asset Sekuritas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penggeledahan di kantor PT MASI yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Rabu (3/3/2026). Tindakan ini merupakan bagian dari proses penegakan hukum atas dugaan tindak pidana di bidang pasar modal.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru