back to top

MKNT Rencana Private Placement 99,46%, Tawarkan ke Kreditur Rp1 per Saham

Emitentrust.com – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) berencana melakukan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan sebanyak 1,024 triliun saham seri B atau setara 99,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.

MKNT menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp1 per saham dengan nilai nominal juga Rp1 per saham.

Aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus 2026, sementara pelaksanaan direncanakan pada 31 Agustus 2026.

MKNT menjelaskan, PMTHMETD dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki struktur permodalan sekaligus menjaga kelangsungan usaha (going concern). Langkah tersebut memanfaatkan ketentuan POJK No. 14/2019 yang memperbolehkan perusahaan terbuka melakukan penambahan modal tanpa HMETD dalam rangka perbaikan posisi keuangan.

Dari total saham baru yang diterbitkan, sebanyak 822,93 miliar saham akan dialokasikan kepada para kreditur melalui mekanisme konversi utang menjadi saham. Selanjutnya 1,56 miliar saham akan diterbitkan kepada MCP melalui penyetoran tunai, sedangkan 200 miliar saham lainnya diberikan kepada investor independen melalui injeksi modal tunai.

Perseroan menyebut konversi utang telah disepakati bersama para kreditur sebagai mekanisme penyelesaian fasilitas pinjaman setelah memperoleh persetujuan RUPS.

Selain aksi restrukturisasi tersebut, MKNT juga mengungkapkan telah menyelesaikan akuisisi dua perusahaan pada 29 Mei 2026 sebagai bagian dari transformasi bisnis.

Akuisisi pertama adalah PT Citra Baru Steel (CBS), produsen baja, dengan kepemilikan 99,99% saham senilai Rp668 miliar. Sementara akuisisi kedua adalah PT Radja Udang Malingping (RUM) yang bergerak di bidang budidaya udang dengan nilai transaksi sekitar Rp156,49 miliar.

Perseroan menyatakan harga akuisisi kedua entitas tersebut masih berada dalam batas kewajaran berdasarkan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), dengan selisih masing-masing sekitar 3,37% untuk CBS dan 3,45% untuk RUM dibandingkan nilai pasar.

MKNT menilai masuknya bisnis baja dan budidaya udang diharapkan menjadi sumber pendapatan operasional baru yang dapat mendukung pemulihan kondisi keuangan perusahaan.

Artikel Terkait

MYTX Balik Untung Rp60M, Meski Margin Masih Tertekan di Semester I-2026

PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) berhasil membalikkan kinerja menjadi laba pada semester I-2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp60,11 miliar, berbalik dari rugi Rp15,34 miliar pada periode

SAME Kembali Borong Saham JECX, Kepemilikan Naik Jadi 28,20 Persen

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) kembali menambah kepemilikan saham di PT Nitrasarana Dharma Tbk (JECX). Aksi akumulasi dilakukan melalui pembelian 7,61 juta saham pada 14-15 Juli 2026.

Harga Emas Antam Jumat ini Turun Rp27.000 per Gram

Harga emas Aneka Tambang pada Jumat ini (17/7) turun Rp27.000 per gram ini sedangkan harga buyback turun Rp47.000 per gram.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru