back to top

DPUM Laporkan Hasil Negosiasi Calon Pengendali Baru

Emitentrust.com- PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) mengumumkan perkembangan negosiasi terkait rencana pengambilalihan saham perseroan oleh investor baru.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menyampaikan bahwa Rama Indonesia berencana mengakuisisi 59,24% saham DPUM yang saat ini dimiliki oleh Pandawa Putra Investama.

Corporate Secretary DPUM, Julius Siwalette, menjelaskan bahwa calon pengendali baru telah menyelesaikan proses uji tuntas (due diligence) terhadap perusahaan.

“Calon pengendali baru telah selesai melaksanakan proses uji tuntas terhadap Perseroan dan saat ini masih dalam tahap negosiasi mengenai syarat dan ketentuan pengambilalihan dengan calon penjual,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi.

Perseroan juga menyatakan bahwa perkembangan rencana pengambilalihan tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Sebagai informasi, Dua Putra Utama Makmur Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri, perikanan, dan perdagangan.

Apabila proses negosiasi tersebut berhasil disepakati, maka Rama Indonesia berpotensi menjadi pemegang saham pengendali baru di DPUM.

Artikel Terkait

Semua Sektor Rontok! IHSG Ambruk Hampir 2% di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (24/7/2026), memperpanjang tren pelemahan menjadi tiga hari berturut-turut. IHSG merosot 118 poin atau 1,88% ke level 6.196,43

Pengendali FAPA Jual 5,31 Juta Saham, Raup Rp38,56 Miliar

Pemegang saham pengendali PT FAP Agri Tbk (FAPA), Prinsep Indo Hld, melakukan aksi divestasi dengan melepas sebagian kepemilikan sahamnya di perseroan.

ASMI Siapkan Buyback Saham Rp17,92 Miliar

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan menyiapkan dana maksimal Rp17,92 miliar, termasuk biaya perantara

Populer 7 Hari

Berita Terbaru