Emitentrust.com- PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) mencatat lonjakan kinerja sepanjang 2025. Emiten tambang batu bara tersebut membukukan laba bersih US$4,07 juta, melonjak sekitar 81,04% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$2,25 juta.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir 31 Desember 2025 yang diterbitkan Jumat (13/3) disebutkan, penjualan SMMT tercatat US$103,61 juta, melonjak sekitar 101,73% dibandingkan realisasi 2024 sebesar US$51,36 juta.
Lonjakan penjualan tersebut turut mendongkrak laba kotor menjadi US$8,38 juta, meningkat tajam dari US$2,78 juta pada tahun sebelumnya.
Selain dari penjualan, kinerja perseroan juga ditopang sejumlah pendapatan lain, antara lain laba selisih kurs sebesar US$1,30 juta, bagian laba dari entitas asosiasi US$929 ribu, serta keuntungan penjualan aset tetap US$215 ribu.
Setelah memperhitungkan berbagai beban, termasuk beban umum dan administrasi sebesar US$3,46 juta, beban bunga US$840 ribu, serta beban pajak penghasilan bersih US$2,10 juta, perseroan mencatat laba sebelum pajak US$6,17 juta.
Dari sisi neraca, total aset perseroan hingga akhir 2025 tercatat US$96,00 juta, meningkat dibandingkan posisi US$84,10 juta pada akhir 2024.
Namun, total liabilitas perseroan juga melonjak signifikan menjadi US$63,47 juta dari US$27,45 juta pada tahun sebelumnya, antara lain dipicu oleh utang pemegang saham sebesar US$27,29 juta.
Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat US$32,52 juta hingga akhir 2025.
Di sisi arus kas, perseroan membukukan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$3,65 juta. Namun, aktivitas investasi menyerap dana cukup besar mencapai US$25,35 juta, terutama untuk akuisisi entitas anak serta pengembangan aset tambang.
Manajemen juga memperkuat struktur permodalan melalui penerbitan saham baru yang menghasilkan dana US$13,06 juta, serta tambahan pinjaman dari pemegang saham.
Sebagai PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bergerak di bidang pertambangan batubara, mencakup eksplorasi, penambangan, dan perdagangan hasil tambang. Perusahaan ini berfokus pada pengoperasian tambang batubara, terutama yang berlokasi di Sumatera dan Kalimantan.
Pemilik saham pengendali PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) saat ini adalah PT Geo Energy Investama, yang merupakan bagian dari Geo Energy Resources Limited. Mereka menguasai 73,11% saham setelah mengakuisisi SMMT dari Rajawali Group (milik Peter Sondakh) pada Oktober 2023.


