back to top

Saham Tambang hingga Infrastruktur Seret IHSG Turun di Sesi I

Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga akhir perdagangan sesi pertama pada Jumat (13/3/2026) pukul 11.30 WIB. IHSG melemah 133,172 poin atau 1,81% ke level 7.228,945.

Pelemahan IHSG terjadi seiring seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah.

Penurunan terdalam dicatat oleh IDX Sektor Transportasi dan Logistik yang anjlok 3,04%. Disusul IDX Sektor Perindustrian yang ambles 2,98%, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer turun 2,79%, serta IDX Sektor Infrastruktur yang melemah 2,75%.

Selanjutnya, IDX Sektor Barang Baku terkoreksi 2,57%, IDX Sektor Energi turun 1,85%, IDX Sektor Teknologi melemah 1,56%, serta IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang turun 1,41%.

Adapun sektor lainnya juga ikut melemah, yakni IDX Sektor Properti dan Real Estate turun 1,16%, IDX Sektor Kesehatan melemah 0,86%, serta IDX Sektor Keuangan yang terkoreksi 0,44%.

Aktivitas perdagangan saham tercatat dengan volume transaksi mencapai 16,72 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp7,41 triliun. Sebanyak 595 saham melemah, 128 saham menguat, dan 89 saham stagnan.

Di indeks LQ45, saham dengan penurunan terdalam dipimpin oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 7,69%. Disusul PT Indosat Tbk (ISAT) yang melemah 7,24% serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 4,83%.

Sementara itu, saham yang mencatatkan kenaikan terbesar di indeks LQ45 dipimpin oleh PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 4,79%. Diikuti PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang menguat 2,71% serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 2,21%.

Artikel Terkait

IHSG Ambruk 3,05%! 629 Saham Rontok di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada akhir perdagangan Jumat (13/3/2026). IHSG merosot 224,90 poin atau 3,05% ke level 7.137,21.

Bos Astra (ASII) Cicil Beli Saham Harga Pasar

PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan bahwa Thomas Junaidi Alim W selaku Direktur telah melakukan aksi pembelian saham di pasar pada 11 Maret 2026.

Mulia Boga (KEJU) Mau Masuk Bisnis Cokelat & Restoran

Emiten produsen makanan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) bersiap melakukan ekspansi bisnis baru dengan menambah lini usaha di sektor perdagangan produk makanan hingga layanan restoran.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru