back to top

MBMA Siapkan Buyback Saham Rp1,7T, Ini Alasannya

Emitentrust.com- Emiten pengolah nikel terintegrasi, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), resmi mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal.

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan pada 16 Maret 2026, perseroan telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp1,7 triliun untuk mengeksekusi aksi ini. Jumlah saham yang direncanakan untuk dibeli kembali mencapai sebanyak-banyaknya 1.800.000.000 (satu miliar delapan ratus juta) lembar saham.

Manajemen MBMA menjadwalkan periode pelaksanaan buyback selama tiga bulan, terhitung mulai 17 Maret hingga 16 Juni 2026. Proses pembelian akan dilakukan secara bertahap maupun penuh melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk satu perusahaan efek sebagai pelaksana.

Sesuai dengan regulasi yang berlaku, terdapat pembatasan transaksi bagi pihak internal. Komisaris, direktur, pegawai, dan pemegang saham utama dilarang melakukan transaksi atas saham MBMA selama masa periode buyback berlangsung.

Dalam analisis manajemennya, MBMA memastikan bahwa penggunaan dana untuk buyback ini tidak akan berdampak negatif terhadap pendapatan maupun biaya pembiayaan perusahaan. Pelaksanaan aksi ini juga diperkirakan tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun pertumbuhan perseroan di masa depan.

Secara proforma, aksi korporasi ini diproyeksikan memberikan dampak positif pada laba per saham dasar (basic earnings per share). Berdasarkan data per 30 September 2025, laba per saham diperkirakan meningkat dari 0,00023 dolar AS menjadi 0,00024 dolar AS setelah pelaksanaan buyback selesai.Langkah ini diambil sepenuhnya untuk memastikan harga saham perseroan di pasar dapat mencerminkan nilai fundamentalnya secara lebih wajar.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru