back to top

Terjun 32%! Laba Emiten Pengelola Ayam Nelongso Sisa Rp5M di 2025

Emitentrust.com – PT Bersama Mencapai Puncak Tbk sepanjang 2025 (BAIK) sepanjang tahun 2025 membukukan laba bersih Rp5,02 miliar, atau anjlok sekitar 32,05% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp7,40 miliar.

Dalam laporann keuangan BAIK yang diterbitkan Rabu (18/3) disebutkan bahwa penurunan ini terjadi di tengah pertumbuhan penjualan yang justru naik.

Penjualan tercatat sebesar Rp216,76 miliar, tumbuh sekitar 7,24% dari Rp202,12 miliar di tahun sebelumnya. Namun kenaikan pendapatan ini belum mampu menahan tekanan biaya yang membengkak.

Laba kotor memang ikut naik menjadi Rp42,09 miliar. Tapi lonjakan beban terutama dari sisi operasional membuat laba usaha justru turun menjadi Rp6,59 miliar dari sebelumnya Rp8,14 miliar.

Tekanan makin terasa setelah pajak. Beban pajak yang lebih besar ikut menggerus bottom line hingga laba bersih terpangkas signifikan.

Meski laba turun, kondisi neraca masih relatif solid. Total aset meningkat menjadi Rp146,29 miliar dari Rp140,83 miliar. Ekuitas juga naik ke Rp134,15 miliar, menandakan fundamental masih terjaga.

Dari sisi kas, perseroan mencatat arus kas operasi positif Rp12,63 miliar—berbalik dari tekanan besar di tahun sebelumnya. Kas akhir tahun pun meningkat menjadi Rp25,35 miliar.

Namun demikian, sinyal yang muncul cukup jelas: pertumbuhan bisnis masih ada, tetapi margin mulai tertekan. Ini jadi PR besar bagi manajemen ke depan untuk menjaga profitabilitas

Sebagai informasi PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) telah beroperasi sejak tahun 2013 dan bergerak dalam bisnis pengelolaan restoran.

Beberapa merek resto populer dari perusahaan adalah Ayam Goreng Nelongso dan Geprek Kak Rose. Perusahaan telah memiliki 64 cabang dan mitra di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Artikel Terkait

Properti Masih On The Track, Pasar Rumah Second Jadi Kunci

Pasar properti nasional pada tahun ini diproyeksikan tetap berada di jalur positif seiring meningkatnya tren penjualan rumah second atau pasar sekunder di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi momentum baru

Jelang Rights Issue, Penguatan Dollar Jadi Angin Segar CBRE

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai menjadi sentimen positif bagi emiten perkapalan dan logistik energi yang memiliki pendapatan berbasis dolar AS.

IHSG Ditutup Ambruk Lagi, 10 Sektor Rontok!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026). IHSG anjlok 228,56 poin atau 3,46% ke level 6.370,67

Populer 7 Hari

Berita Terbaru