back to top

Struktur Saham BIPI Berubah! CGS Masuk 12,7%, Bakrie Capital 6,73%

Emitentrust.com – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melaporkan porsi saham free float perseroan turun menjadi 42,53% hingga akhir April 2026 dari sebelumnya 46,92%.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float BIPI tercatat sebanyak 27,09 miliar saham dari total 63,71 miliar saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan menyatakan perhitungan free float telah disesuaikan dengan ketentuan Bursa, termasuk mengecualikan saham milik pengendali, afiliasi pengendali, direksi, komisaris, dan saham tertentu lainnya.

Dalam struktur kepemilikan terbaru, PT Indotambang masih menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sebanyak 12,35 miliar saham atau setara 19,39%.

Selain itu, nama CGS International muncul sebagai pemegang saham baru dengan kepemilikan mencapai 8,09 miliar saham atau setara 12,7% saham BIPI.

Sementara itu, kepemilikan PT Bakrie Capital meningkat dari sebelumnya 6% menjadi 6,73% atau setara 4,28 miliar saham.

Laporan tersebut juga mengungkap pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner BIPI di tingkat individu, yakni Halim Jusuf.

Dalam laporan itu disebutkan Halim Jusuf tercatat sebagai pemilik manfaat langsung perseroan.

Di sisi lain, kepemilikan saham direksi dan komisaris relatif kecil. Direktur Michael Wong tercatat memiliki 1,57 juta saham atau kurang dari 0,01% saham perseroan.

Jumlah investor BIPI juga mengalami penurunan. Hingga akhir April 2026, jumlah pemegang saham berbasis Single Investor Identification (SID)tercatat sebanyak 71.416 investor atau turun 8.948 SID dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 80.364 investor.

Perseroan juga melaporkan tidak memiliki saham tresuri serta tidak terdapat saham dalam status sita maupun blokir oleh otoritas berwenang hingga akhir periode pelaporan.

Artikel Terkait

Manoj Bharwani Borong 2,1 Juta Saham BABY Harga Premium, Ada Apa?

PT Multitrend Indo Tbk dengan kode saham BABY mendapat aksi borong saham dari komisaris perseroan, Manoj Bharwani.

Emiten Farmasi Ini Mau Cabut dari Bursa dan Bersiap Tender Offer

PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) resmi mengumumkan rencana untuk melakukan go private alias delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten farmasi tersebut menyatakan akan mengubah status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup

Saham WINR Kembali Diguyur Jutaan Lembar di Papan FCA

Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR), Pemenang Nusantara Internasional, melakukan divestasi saham sebanyak 4,82 juta lembar saham pada 11 Mei 2026. Transaksi tersebut dilakukan di harga Rp30 per saham dengan tujuan divestasi.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru