Emitentrust.com – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) emiten farmasi sepanjang 2025 membukukan laba bersih Rp3,74 triliun, melonjak sekitar 15,33% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,24 triliun.
Lonjakan laba ini ditopang pertumbuhan penjualan serta efisiensi operasional yang tetap terjaga di tengah tekanan biaya.
Sepanjang tahun 2025, Kalbe mencatatkan penjualan neto Rp35,32 triliun, naik dari Rp32,62 triliun pada 2024. Kenaikan ini mendorong laba bruto menjadi Rp14,05 triliun, mencerminkan permintaan yang tetap kuat di sektor kesehatan.
Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak mencapai Rp4,77 triliun, naik dari Rp4,21 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp3,66 triliun.
Meski beban usaha seperti penjualan dan riset mengalami peningkatan, perseroan tetap mampu menjaga margin melalui kontribusi pendapatan bunga serta kinerja entitas asosiasi.
Di sisi neraca, total aset Kalbe meningkat menjadi Rp30,69 triliun dari Rp29,42 triliun. Ekuitas juga naik tipis menjadi Rp24,72 triliun, mencerminkan fundamental keuangan yang tetap kuat.
Namun demikian, arus kas dari aktivitas operasi tercatat turun menjadi Rp3,27 triliun dari Rp4,78 triliun pada tahun sebelumnya, sementara kas akhir tahun menyusut ke Rp4,33 triliun.
Secara keseluruhan, Kalbe berhasil mencatatkan total laba komprehensif Rp3,72 triliun.


