back to top

Grup Salim (IMJS) Bukukan Laba Ambles 85%, Tinggal Rp19M di 2025

Emitentrust.com- PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) sepanjang 2025 membukukan laba bersih hanya Rp19,17 miliar, anjlok sekitar 85,28% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp130,30 miliar.

Penurunan tajam ini terjadi meski pendapatan masih tumbuh. Sepanjang 2025, pendapatan tercatat Rp5,78 triliun, naik dari Rp5,40 triliun pada 2024. Namun, lonjakan beban keuangan yang tinggi menjadi faktor utama yang menggerus laba.

Dari sisi operasional, laba bruto naik tipis menjadi Rp2,19 triliun. Akan tetapi, laba operasi justru turun menjadi Rp969,81 miliar dari sebelumnya Rp1,03 triliun.

Tekanan terbesar datang dari beban keuangan yang mencapai Rp880,18 miliar, mencerminkan tingginya leverage di tengah ekspansi pembiayaan. Akibatnya, laba sebelum pajak merosot signifikan menjadi Rp147,09 miliar.

Di sisi neraca, total aset perusahaan meningkat cukup agresif menjadi Rp32,90 triliun dari Rp29,41 triliun. Namun, kenaikan ini diiringi lonjakan liabilitas menjadi Rp27,80 triliun, menunjukkan ekspansi yang ditopang utang.

Sementara itu, ekuitas tercatat Rp5,09 triliun, naik dari Rp4,69 triliun, didukung aksi korporasi berupa right issue.

Tak hanya itu, arus kas operasional juga berbalik negatif menjadi minus Rp59,01 miliar, dari sebelumnya positif Rp2,21 triliun—mengindikasikan tekanan likuiditas dalam menjalankan bisnis pembiayaan.

Secara keseluruhan, perseroan mencatatkan rugi komprehensif Rp114,20 miliar, berbanding terbalik dari laba komprehensif Rp98,41 miliar di tahun sebelumnya.

Artikel Terkait

TAXI Ungkap Akhiri Kerja Sama dengan GOTO, Ada Apa?

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan berakhirnya perjanjian pengadaan jasa dengan PT Rekan Anak Bangsa, perusahaan yang merupakan bagian dari GoTo Group.

Pengendali WINR Belum Berhenti Buang Saham Jutaan Lembar di FCA, Kenapa?

Emitentrust.com - Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya...

26 Saham Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Yield Mini hingga 10 Persen

Sebanyak 26 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki periode cum dividen pada 6-8 Juli 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi investor yang ingin mengamankan hak atas dividen tunai, dengan dividend yield yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 0,01% hingga mencapai 10%.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru